Bruxism, Kondisi Tidur Dengan Gigi Yang Bergemeretakan

DokterSehat.Com – Saat kita tertidur, kita biasanya akan tidak sadar dengan pergerakan tubuh. Sebagai contoh, kita bisa saja tanpa sadar bergerak dari satu sisi kasur ke sisi lainnya atau bahkan dengan posisi yang berkebalikan dari posisi tidur awal. Beberapa orang juga mengalami tidur mendengkur yang sangat berisik namun sama sekali tidak mengganggu kenyenyakan tidurnya. Salah satu aktifitas tidur yang cukup yang tidak kita sadari adalah jika kita menggeretak gigi di kala tidur. Banyak orang yang berpikir bahwa itu adalah reaksi yang wajar karena bisa jadi kita sedang bermimpi dan mencoba berbicara dalam tidur. Sayangnya, pakar kesehatan justru menganggap ini sebagai sebuah gangguan yang disebut sebagai bruxism dan bukan hal yang disepelekan begitu saja.



Dengan menggeretakkan gigi di kala tidur, kita bisa membuat rasa nyeri pada rahang dan juga kerusakan pada gigi. Penderita bruxism biasanya akan terbangun dengan kondisi rahang yang nyeri karena bekerja dengan keras di kala tidur, sakit kepala yang sangat berat dengan otot wajah yang lelah, serta adanya rasa nyeri pada leher, telinga, hingga bahu yang ikut bekerja selama anda menggeretakkan gigi di waktu tidur. Dalam beberapa kasus, gigi bahkan bisa lepas atau pecah jika gigi digeretakkan dengan sangat kuat di kala tidur.

Penyebab dari masalah bruxism biasanya adalah faktor stress atau rasa cemas yang tinggi sehingga tidur pun menjadi hal yang kurang tenang. Stress inilah yang akhirnya membuat tidur dipenuhi rasa cemas dan membuat ketegangan pada otot-otot rahang yang membuat gigi bergemeretakan. Selain itu, susunan rahang yang tidak seimbang atau bahkan gangguan sinus bisa menjadi penyebab bruxism. Hanya saja, banyak pakar kesehatan yang memang menganggap bruxism sebagai gangguan tidur.

Baca Juga:  Makanan-Makanan ini Ternyata Tidak Perlu Disimpan di Dalam Kulkas

Bruxism sendiri ditengarai terjadi pada satu dari 20 orang dewasa dan setidaknya satu dari empat anak-anak di seluruh dunia. Selain menyebabkan kerusakan pada gigi, kualitas hidup dari penderita bruxism juga bisa menurun karena adanya rasa sakit dan tegang yang muncul justru setelah bangun pagi. Banyak orang yang bahkan mengeluhkan tidak bisa lagi menikmati bangun tidur yang nyaman di kala pagi karena adanya masalah bruxism ini.