Brain Freeze Bukan Karena Otak Kita Membeku

DokterSehat.Com – Pernahkah Anda minum suatu minuman dingin dengan cepat dan merasakan sensasi beku di otak Anda? Fenomena ini dikenal dengan sebutan brain freeze. Namun, apa yang sebenarnya terjadi ketika kita mengalami brain freeze? Benarkah otak kita membeku?

doktersehat-Multiple-Sclerosis

Nama asli dari brain freeze adalah sphenopaltine ganglioneralgia, yang didefinisikan sebagai nyeri kepala jangka pendek akibat mengkonsumsi secara cepat suatu minuman atau es yang sangat dingin. Brain freeze diduga terjadi ketika sesuatu yang sangat dingin menyentuh langit-langit mulut dan bagian belakang kerongkongan ketika suhu sekitar panas. Perubahan yang mendadak tersebut ‘mengejutkan’ pembuluh darah karotis interna yang mengalirkan darah ke kedua belah otak kita dan pembuluh darah serebral anterior yang mengalirkan darah ke bagian depan otak. Karena adanya perubahan suhu menjadi dingin, pembuluh darah mengalami vasokonstriksi secara mendadak. Untuk menghangatkan, otak mengirim banyak darah, dan pembuluh darah vasodilatasi kembali secara cepat. Hal ini memicu reseptor nyeri pada meninges, selaput pembungkus otak. Sinyal nyeri kemudian melalui saraf trigeminal (saraf yang mengatur rasa nyeri di seluruh wajah) dan menimbulkan rasa nyeri alih di dahi, ubun-ubun atau belakang mata.

Hal ini dibuktikan oleh dr. Jorge Serrador yang melakukan penelitian terhadap 13 orang sukarelawan. Mereka diminta untuk meminum air dingin menggunakan sedotan sehingga air menyentuh langit-langit mulut, sembari memonitor aliran darah ke otak menggunakan Doppler transkranial. Hasilnya, pada saat terjadi brain freeze, terjadi peningkatan aliran darah secara drastis dan mendadak melalui pembuluh darah serebral anterior yang mengalirkan darah ke otak. Sensasi tersebut berakhir ketika perlahan-lahan pembuluh darah mengalami vasokonstriksi. Pada penelitian ini, sukarelawan diberikan air hangat untuk memicu vasokonstriksi.

Baca Juga:  Teknik Menyusui Bayi ini Perlu Diketahui Para Ibu

Dr. Serrador mengatakan bahwa otak merupakan salah satu organ penting yang harus bekerja sepanjang waktu. “Otak cukup sensitif terhadap suhu, vasodilatasi berguna untuk menjaga jaringan otak tetap hangat.” Namun, vasodilatasi menyebabkan peningkatan tekanan di otak dan menimbulkan nyeri. Sehingga obat-obatan yang memicu vasokonstriksi mungkin dibutuhkan untuk menurunkan tekanan intrakranial dan menghilangkan nyeri.

Brain freeze dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, jika terasa sangat mengganggu, Anda bisa mengkonsumsi air hangat, menyentuhkan lidah pada langit-langit mulut, atau mengkonsumsi obat-obatan yang memicu vasokonstriksi.