Bosan Dengan Pengobatan Kankernya, Bocah Ini Meledakkan Bom!

DokterSehat.Com – Sudah menjadi rahasia umum jika kanker adalah penyakit yang sangat berbahaya dan cenderung sangat sulit untuk diobati. Banyak penderita kanker yang harus melalui beragam terapi dengan berbagai efek samping yang bisa membuat mereka jengah atau bahkan menyerah untuk mengobatinya. Hal yang sama terjadi pada anak yang dipanggil Declan dari Australia. Bocah laki-laki dengan usia 12 tahun ini diketahui sudah cukup penat dengan berbagai pengobatan kankernya yang membuatnya tidak bisa bermain layaknya bocah pada umumnya. Ia pun meminta izin orang tuanya agar bisa meledakkan berbagai barang demi mengatasi rasa penat ini. Hasilnya, ia diizinkan melakukannya!



Apa yang diinginkan oleh Declan memang cukup aneh dan luar biasa. Namun, keinginan sang bocah ternyata didengar oleh lembaga Make A Wish Australia dan juga Australian Federal Police. Di bawah pengawasan dua lembaga tersebut, Declan pun diizinkan untuk meledakkan berbagai barang dengan bom. Sebagai informasi, Lembaga Make A Wish Australia adalah lembaga yang bergerak pada pelayanan sosial dengan tujuan membantu mengabulkan berbagai permintaan anak-anak di seluruh dunia yang terkena penyakit serius. Declan sendiri memang mengidap leukemia yang sudah cukup parah dan kini Ia sedang menjalani program kemoterapi sejak tujuh bulan silam.

Declan menyebutkan jika Ia sangat bersemangat untuk meledakkan berbagai benda dengan bom. Ia pun mendengarkan dengan seksama instruksi dari pengawas untuk menarik pin, bersembunyi di balik pintu, atau meledakkan berbagai benda layaknya pintu dan lain sebagainya. Sang ibu, Belinda, sangat berbahagia melihat Declan tertawa lebar begitu melihat berbagai benda meledak di depannya dan berharap jika hal ini bisa membuatnya terus bersemangat melakukan kemoterapi hingga sembuh.

Baca Juga:  Leukimia, Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak di Indonesia

Tak hanya meledakkan bom, Declan diketahui ikut dalam latihan penyelamatan sandera penculikan, berpatroli di atas mobil dengan pelindung khusus, dan bahkan bertemu dengan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull. Sungguh hari yang luar biasa bagi dirinya.