Bolehkah Makanan Bersantan untuk Bayi?

DokterSehat.Com – Setelah usia bayi anda 6 bulan pemberian makanan pendamping asi diberikan untuk memperkenalkan beberapa nutrisi yang terkandung di dalam bahan-bahan makanan. Selain itu pemberian MPASI akan mengalami perubahan tekstur dari bubur saring menuju nasi sesuai dengan tahapan usia, hal ini penting untuk menyesuaikan pencernaan dengan usia bayi.

12

Begitupula dengan memberikan beragam makanan, meskipun sebaiknya anda selektif. Tidak saja selektif dalam memilih bahan makanan untuk bayi, anda juga harus memperhatikan tambahan (bumbu-bumbu) yang digunakan. Pada awal pemberian MPASI tidak diperlukan tambahan gula dan garam dikarenakan terlalu banyak penyedap dalam MPASI akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi anda. Bagaimana dengan penambahan santan pada MPASI bayi?

Santan atau cairan putih kental yang dihasilkan dari kelapa mempunyai kandungan lemak yang dapat membuat makanan terasa gurih, santan dapat dijadikan tambahan ketika memasak atau membuat kue. Meskipun rasa gurih secara alami dari kelapa akan tetapi pencernaan bayi masih belum sempurna dalam menerima beberapa makanan termasuk santan, oleh karena itu pemberian santan sebaiknya tidak diberikan pada usia bayi 6 bulan. Anda dapat menunggu sampai usia bayi anda 9 bulan dalam memberikan makanan bersantan.

Pada usia bayi 9 bulan, anda dapat membuat MPASI berupa tim dengan campuran sayuran yang diberi satu sendok makan santan. Sayuran memang sangat dibutuhkan dalam memberikan vitamin dan mineral dalam pertumbuhan bayi anda. Kandungan sayuran yang kaya akan vitamin akan lengkap dengan tambahan lemak dari santan. Sebaiknya hanya membuat makanan bersantan untuk satu porsi saja, apabila disimpan dalam suhu ruangan akan mudah basi dan mengganggu kesehatan pencernaan bayi anda.

Berikut adalah beberapa manfaat santan untuk tubuh :

  • Nutrisi
    Santan mengandung vitamin, mineral, elektrolit, potasium, kalsium, dan khlorida. Hanya pada satu jenis bahan makanan, Anda bisa memperoleh berbagai nutrisi di dalamnya.
  • Meredakan sakit
    Jika Anda mengalami radang tenggorokan atau sakit bisul, cobalah untuk mengkonsumsi santan. Santan dipercaya meredakan gejala penyakit tersebut.
  • Melancarkan metabolisme tubuh
    Lemak yang alami terdapat di dalam santan, pada usia bayi 9 bulan dapat diperkenalkan pada bayi. Kandungan lemak santan dapat melancarkan proses metabolisme di dalam tubuh pada bayi, meskipun demikian anda harus membatasi dalam jumlah yang wajar dikarenakan pencernaan bayi masih rentan.
  • Membantu penyerapan vitamin
    Santan tidak saja baik untuk tubuh anak anda melainkan untuk membantu dalam penyerapan vitamin salah satunya vitamin A, E, D, dan K secara optimal. Sehingga pemberian secara teratur dan dalam jumlah wajar dapat anda tambahkan pada MPASI anak anda yang berusia 9 bulan.
  • Lemak sangat membantu pembentukan organ
    Kandungan lemak santan dapat membantu dalam pembentukan empedu, jaringan otot, hati, ginjal, kelenjar adrenalin dan juga plasma darah pada bayi. Pada beberapa kondisi bayi mungkin saja tidak dapat mencerna santan, sehingga anda dapat menghentikan pemberian santan pada MPASI bayi.
  • Zat penting dalam meningkatkan kecerdasan
    Santan memiliki zat penting dalam perkembangan sel otak salah satunya dapat meningkatkan kecerdasan anak. Walaupun sebaiknya pemberian makanan bersantan sesuai menu keluarga sebaiknya diberikan pada usia anak 1 tahun, selain itu jangan berikan anak anda makanan dengan bumbu yang tajam dan teksturnya yang sulit dicerna oleh anak anda.