Bolehkah Ibu Hamil Muda Berpuasa?

DokterSehat.Com – Bagi kaum muslim, bulan puasa adalah bulan yang penuh dengan rahmat sehingga mereka pun sebisa mungkin tidak meninggalkan ibadah menjalankan puasa. Sayangnya, bagi ibu hamil, khususnya mereka yang hamil muda, bulan puasa bisa memberikan dilema bagi mereka. Mereka tentu sangat ingin menjalankan ibadah ini, namun, karena kondisi kesehatannya, banyak dari mereka yang memilih untuk tidak menjalankan puasa. Sebenarnya, secara medis, apakah ibu hamil muda diperbolehkan untuk berpuasa?

doktersehat-ibu-hamil-kehamilan-makan-bergizi

Pakar kesehatan dr Taufik Jamaan, SpOG menyebutkan jika ada baiknya ibu hamil untuk tidak menjalankan puasa terlebih dahulu jika usia kehamilannya masih sangat muda. Bagaimana tidak, pada trimester pertama inilah, ibu hamil memiliki kecenderungan mengalami mual-mual, muntah, lemas, hingga terasa pusing. Jika ibu hamil dipaksakan, dikhawatirkan gejala-gejala ini akan berlangsung dengan parah sehingga pada akhirnya akan membatalkan ibadahnya dan membuat badan menjadi terasa tidak enak. Lagipula, agama juga memberikan dispensasi khusus bagi ibu yang sedang hamil muda untuk berpuasa.

Dr Taufik juga melanjutkan jika ibu hamil yang sedang dalam trimester pertama juga memiliki perubahan keseimbangan hormon yang sangat signifikan sehingga bisa membuat produksi asam lambung meningkat tajam dan memicu mual-mual dan muntah-muntah. Jika ibu hamil memaksakan diri berpuasa, dikhawatirkan nantinya muntah-muntah ini akan membuatnya dehidrasi dan kekurangan nutrisi. Hal ini tentu bisa berimbas pada perkembangan dan kesehatan janin yang pada masa ini mengalami pembentukan jaringan saraf dan otak.

Selain pada ibu hamil yang sedang menjalani trimester pertama kehamilan, dr Taufik juga tidak menyarankan ibu hamil yang mengalami hipertensi, pendarahan, hingga diabetes melitus untuk berpuasa demi menjaga kesehatannya. Andai ibu hamil sangat ingin berpuasa, ada baiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter kandungan untuk diketahui apakah berpuasa ini akan berpangaruh pada kesehatan janinnya atau tidak. Andai memang tidak diperbolehkan, ada baiknya ibu hamil tidak memaksakannya terlebih dahulu demi kesehatannya dan kesehatan sang buah hati.