Bolehkah Ibu Hamil Meminum Kopi?

DokterSehat.Com – Saat hamil, ibu biasanya akan cenderung menghindari beberapa jenis makanan atau minuman tertentu karena ingin menjaga kesehatan dan pertumbuhan janin di dalamnya. Namun, bagi ibu hamil yang sebelumnya sangat menyukai kopi, apakah mereka juga tidak boleh meminum kopi saat hamil? Pakar kesehatan menyebutkan jika ada baiknya ibu hamil memang membatasi asupan kafein, namun sayangnya, masih belum ada batasan yang jelas seberapa banyak konsumsi kafein yang aman bagi kesehatan ibu hamil dan juga janinnya.

doktersehat-hamil-minum-kopi

Beruntung, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh pakar kesehatan dari American College of Obstetricians and Ginecologist (ACOG), menyebutkan jika ada baiknya ibu hamil mengkonsumsi kafein kurang dari 200 miligram atau 11 ons setiap harinya. Hal ini berarti, andai kita meminum minuman kopi yang biasanya berukuran 8 ons, maka akan ada 85 hingga 200 mg kafein di dalamnya. Selain itu, ingatlah juga bahwa ada makanan dan minuman lain yang kaya akan kafein yakni teh hingga cokelat sehingga kita pun harus membatasi konsumsi makanan dan minuman tersebut.

Mengapa ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi kafeinnya setiap hari? Hal ini dikarenakan kafein akan ikut masuk melalui plasenta yang membuatnya masuk ke dalam cairan ketuban dan juga sirkulasi darah pada bayi. Jika tubuh orang dewasa sudah mampu memetabolisme dan kemudian membuang kafein yang tidak diperlukan tubuh, hal yang sama tidak akan terjadi pada bayi mengingat di dalam kandungan organ-organ tubuh mereka masih dalam tahapan pengembangan. Alhasil, bayi yang terpapar terlalu banyak kafein tentu akan kesulitan untuk memprosesnya. Penelitian ini bahkan menyebutkan jika andai ibu hamil mengkonsumsi kopi setidaknya 300 mg atau lebih setiap harinya, Ia beresiko akan melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah.

Baca Juga:  Khasiat Brokoli Bagi Tubuh

Selain berdampak pada kesehatan bayi di dalam kandungan, konsumsi kafein pada ibu hamil juga bisa buruk bagi kesehatan ibu, khususnya dalam meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, menggangu penyerapan zat besi, serta meningkatkan produksi asam lambung. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika ibu hamil harus menjaga tekanan darahnya tetap normal demi menjaga kesehatannya saat hamil dan proses persalinan.