Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Olahraga Renang?

DokterSehat.Com – Masa kehamilan adalah masa dimana para wanita biasanya memiliki banyak sekali pantangan baik itu berupa aktifitas harian maupun asupan makanan. Pantangan-pantangan ini memang sebaiknya tidak dilakukan oleh ibu hamil agar tidak mendapatkan gangguan pada kesehatannya maupun kesehatan pada janin dalam kandungan yang bisa mempengaruhi kelahiran sang buah hati nantinya. Olahraga yang berat kerap kali tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Namun, olahraga renang justru sangat disarankan untuk ibu hamil mengingat akan membantu penguatan otot-otot pada area rahim dan juga persendian pada panggul yang akan mempengaruhi kelancaran proses persalinan.

doktersehat-renang-olahraga

Berenang memang akan memberikan resiko tenggelam, kram, atau bahkan masalah kulit jika dilakukan di kolam renang umum. Namun, ibu hamil yang berenang bisa membuat otot-otot menjadi lebih lentur, lebih kuat, hingga nafas yang teratur. Berenang sendiri memiliki resiko cedera yang sangat kecil sehingga akan cukup aman dilakukan ibu hamil. Dengan rutin melakukan olahraga renang, ibu hamil akan menjaga kesehatannya dan bahkan akan membuat paru-paru dan jantungnya menjadi lebih baik. Suhu tubuh ibu hamil pun akan cenderung jauh lebih stabil dan membuat bayi lebih terjaga kesehatannya.

Saat berenang, ibu hamil tentu sebaiknya tidak seagresif saat belum hamil. Gerakkan tubuh dengan lebih santai dan perlahan-lahan. Hal ini dilakukan untuk menjaga perut tidak begitu terguncang. Jika berenang dilakukan dengan serampangan, rahim yang terguncang keras tentu akan mempengaruhi kesehatan janin. Beberapa gerakan layaknya gaya punggung atau gaya kupu-kupu juga sebaiknya tidak dipakai ibu hamil mengingat janin akan lebih mudah terbentur di dalam rahim dan pembuluh darah di belakang rahim bisa tertekan.

Ibu hamil yang ingin berenang sebaiknya melakukannya di pagi dan sore hari. Sebelum jam 10 pagi atau sesudah jam 3 sore akan sangat baik bagi ibu hamil mengingat adanya sinar matahari sehat yang bisa mempengaruhi kesehatan janin. Selain itu, lakukan olahraga ini jangan melebihi 30 menit agar suhu dalam kandungan tidak berubah dan lakukan setidaknya tiga kali dalam seminggu saja.