Bocah Kembar Siam Ini Akhirnya Berhasil Dipisahkan Setelah Operasi Selama 18 Jam

DokterSehat.Com – Masih ingat dengan anak kembar siam bernama Eva dan Erika Sandoval? Kedua anak ini terlahir dengan kondisi harus berbagi sistem pencernaan, kandung kemih, rahim, dan juga hati. Yang lebih mengenaskan adalah, kedua gadis ini juga memiliki tiga kaki dimana dua kaki sudah terbentuk dengan sempurna dan satu kaki lain hanya memiliki tujuh buah jari. Meskipun berat dan beresiko tinggi, Orang tua Eva dan Erika bernama Aida dan Arturo Sandoval sudah memutuskan untuk memisahkan sang anak. Beruntung, operasi selama 18 jam yang dilakukan di Lucile Packard Children’s Hospital Stanford di California, Amerika Serikat, berhasil dilakukan.

doktersehat-kembar-siam

Keputusan untuk memisahkan keduanya sebenarnya sudah diambil semenjak tahun lalu mengingat kondisi kesehatan Eva dan Erika semakin menurun karena masalah infeksi saluran kencing dan dehidrasi. Kondisi Eva yang jauh lebih besar dan lebih sehat juga membuatnya terlihat seperti menyeret Erika saat berakfitas sehingga dikhawatirkan hal ini akan membuat masalah yang lebih besar andai mereka mampu bertahan hingga usia dewasa.

Setidaknya ada 50 dokter spesialis yang terdiri dari spesialis anak, ahli bedah plastik, ahli ortopedi, hingga ahli urologi yang bekerja keras melakukan operasi yang dipimpin oleh dr. Gary Hartman ini. Mereka berjuang untuk mencegah kedua anak kehilangan banyak darah saat organ hati dan tulang panggul dipisahkan. Selain itu, ada pula tindakan untuk memberikan kandung kemih kepada Eva dan memberikan kantung kolostomi tambahan bagi Erika. Kedua kaki yang normal juga diberikan kepada Eva dan kaki terakhir diberikan pada Erika. Bahkan, begitu kedua anak ini berhasil dipisahkan, mereka langsung melakukan proses rekonstruksi tubuh bagian bawah karena tidak memiliki organ vital.

Baca Juga:  Di Polandia, Operasi Transplantasi Bagi Penyandang Cacat Bawaan Berhasil Dilakukan

Beruntung, setelah 18 jam lamanya, kedua anak ini berhasil dipisahkan dan keduanya dalam kondisi stabil. Aida dan Arturo pun berharap agar mereka berdua bisa tumbuh menjadi anak-anak yang normal pada umumnya di masa depan.