Bir Tidak Selalu Buruk Bagi Kesehatan

DokterSehat.Com – Belakangan ini media sosial ramai membahas tentang pejabat negara yang melakukan pertemuan dengan memberikan jamuan bir kepada tamu-tamunya. Mengingat bir masih dianggap sebagai minuman yang tabu untuk dikonsumsi oleh sebagian masyarakat Indonesia. Jamuan dengan bir ini tentu menjadi perbincangan yang sangat hangat. Memang, bir dianggap sebagai salah satu penyebab banyaknya masalah kriminalitas dan kecelakaan di jalan raya. Namun, tahukah anda, jika kita hanya mengkonsumsi bir dengan takaran yang tidak berlebihan, bir justru akan bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan.

doktersehat-soda-kaleng-kanker

Portal berita Health Me Up dari Inggris menyebutkan jika mereka yang rutin mengkonsumsi bir dengan takaran yang pas dan tidak berlebihan, yakni dua gelas bir sehari, akan cenderung memiliki kepadatan tulang yang jauh lebih baik. Adanya kandungan silikon yang cukup tinggi pada bir ternyata mempengaruhi hal ini. Pakar kesehatan juga menyebutkan jika dua gelas bir sehari bisa menurunkan resiko terkena patah tulang.

Bir sendiri ternyata mampu menjaga kesehatan dua organ vital bagi tubuh, yakni jantung dan ginjal. Sebuah penelitian menyebutkan jika konsumsi bir sesuai takaran setiap hari akan sangat efektif menurunkan resiko terkena batu ginjal. Selain itu, penelitian lain juga menyebutkan jika konsumsi bir yang tidak berlebihan akan membuat kadar HDL atau kolesterol baik di dalam jahat meningkat sehingga resiko terkena masalah jantung atau pembuluh darah pun bisa diminimalisir.

Bir sendiri ternyata kaya akan vitamin B layaknya asam pantotenat, roboflavin, niacin, atau folat. Selain itu kandungan vitamin B6 dan B12 yang secara langsung menjaga kesehatan jantung juga dimiliki oleh bir sehingga ada baiknya dikonsumsi dengan takaran yang tepat. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika bir memiliki kandungan alkohol 3,5 hingga 5 persen dan asalkan tidak terlalu banyak diminum, bir justru akan memberikan banyak dampak positif bagi kesehatan.