Apa Itu Bipolar Disorder? Ketahui Gejala & Pengobatannya

Bipolar Disorder adalah gangguan mental yang perlu diwaspadai.

Apa itu bipolar? Bipolar adalah penyakit mental yang serius yang ditandai oleh perubahan ekstrem suasana hati dari mania ke depresi. Penyakit bipolar adalah penyakit mental yang dapat menyebabkan hubungan sosial yang rusak, karir yang terganggu hingga kecenderungan bunuh diri jika tidak diobati.

Meskipun gangguan bipolar lebih sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa, bipolar disorder adalah gangguan mental yang juga dapat memengaruhi anak-anak, dimulai dari anak usia 6 tahun. Meski begitu beberapa ahli percaya kondisi ini jarang terjadi dan merupakan suatu diagnosis yang berlebihan karena risiko anak untuk menginap gangguan bipolar cenderung sangat minim.

Penyakit bipolar adalah gangguan mental yang sangat riskan menyerang orang-orang dengan tingkat stress yang tinggi. Meskipun penyebab bipolar belum bisa dipastikan secara spesifik, namun para ahli sepakat bahwa bipolar disorder adalah gangguan mental yang lebih berpotensi muncul pada orang-orang yang memiliki kehidupan dengan tingkat stress yang tinggi.

Secara umum, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa wanita cenderung mengalami periode lebih banyak depresi daripada pria. Perempuan juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami perubahan suasana hati dengan cepat.

Untuk diketahui, bunuh diri adalah risiko yang paling mengacam orang-orang dengan gangguan bipolar. Data menunjukkan, bahwa 10-15% orang dengan gangguan mental ini melakukan tindakan  bunuh diri.  Untuk mencegah terjadinya hal ini, Anda harus bisa membaca ciri-ciri bipolar.

Jenis-jenis penyakit bipolar adalah:

  • Bipolar I

Seseorang yang terkena gangguan mental tipe ini ini memiliki setidaknya satu episode mania dalam hidupnya. Episode mania adalah periode suasana hati yang abnormal, disertai dengan perilaku abnormal yang mengganggu kehidupan.

  • Bipolar II

Pada bipolar II suasana hati tidak pernah mencapai mania secara penuh, paling hanya mencapai  hipomania saja.

  • Sikus cepat

Dalam bipolar siklus cepat, orang dengan gangguan mental ini akan mengalami empat episode mania/depresi dalam satu tahun. Sekitar 10% – 20% orang dengan gangguan bipolar memiliki siklus cepat.

  • Bipolar campuran

Seseorang yang mengalami gangguan mental bipolar tipe campuran, suasana hatinya akan mengalami episode mania dan depresi secara bersamaan atau berurutan dengan cepat.

  • Siklotimia

Siklotimia merupakan gangguan mood yang relatif ringan. Orang dengan gangguan siklotimia memiliki gejala lebih ringan daripada orang yang mengalami gangguan bipolar.

Penyebab Bipolar Disorder adalah:

Hingga kini beberapa ahli belum menemukan dengan pasti penyebab bipolar. Akan tetapi, sejumlah peneliti meyakini bahwa penyebab bipolar ini memiliki kaitan dengan riwayat medis di dalam keluarga.

Beberapa faktor penyebab bipolar yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit mental ini adalah mengalami stres tingkat tinggi, pengalaman traumatik, kecanduan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang.

Selain itu, kondisi lain yang memperlihatkan gejala mirip dengan bipolar disorder adalah hipotiroid dan hipertiroid, sehingga pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan dua penyakit tersebut juga perlu dilakukan untuk memastikan kondisi pasien.

Gejala Penyakit Bipolar

Setelah mengetahui apa itu bipolar, tentunya Anda penasaran dengan ciri-ciri bipolar. Penyakit bipolar adalah penyakit yang kompleks. Ada banyak gejala yang berbeda dan beberapa jenis gangguan bipolar. Ciri-ciri bipolar atau gejala utama dari gangguan ini adalah perubahan suasana hati yang dramatis dan tak terduga. Jenis penyakit mental ini dapat bervariasi mulai ringan sampai parah.

  • Gejala Mania: Gejala mania dapat meliputi kebahagiaan yang berlebihan, kegembiraan, namun lekas marah, gelisah, peningkatan energi, sulit untuk tidu, pikiran atau ide yang berlebihan, dorongan seks yang tinggi, dan kecenderungan untuk membuat rencana besar namun tak terjangkau.
  • Gejala Depresi: Gejala depresi mungkin termasuk kesedihan, kecemasan, mudah marah, kehilangan energi, menangis tak terkendali, perubahan nafsu makan menyebabkan penurunan berat badan atau peningkatan berat badan, meningkatnya kebutuhan untuk tidur, sulit dalam membuat keputusan, dan berpikiran untuk bunuh diri.

Diagnosis & Ciri-Ciri Bipolar

Untuk memahami suasana hati penderita penyakit mental ini, seorang dokter atau psikiater akan melakukan wawancara untuk membuat diagnosis yang akurat. Dalam mendiagnosis penyakit bipolar, psikiater biasanya akan terlebih dahulu menggali keterangan secara langsung dari pasien atau seseorang yang mendampingi pasien berobat.

Dokter atau psikiater akan bertanya apakah pasien pernah mengalami perubahan suasana hati secara drastis, apa yang dirasakannya ketika periode tersebut muncul, dan kapan periode tersebut terjadi.

Setelah itu, dokter atau psikiater juga akan menanyai riwayat kesehatan keluarga pasien, yaitu apakah dirinya memiliki anggota keluarga yang mengidap gangguan mental yang sama. Dokter juga mungkin akan melakukan tes untuk mengukur kadar hormon tiroid dan memastikan gejala yang diderita oleh pasien bukanlah akibat hipotiroid atau hipertiroid. Dokter perlu memerhatikan ciri-ciri bipolar secara detail dalam diri pasien.

Pengobatan

Mengetahui pengobatan untuk bipolar disorder adalah hal yang sangat penting untuk menangani penyakit mental ini. Pengobatan terbaik untuk gangguan bipolar adalah kombinasi dari obat-obatan dan konseling. Meskipun konsumsi obat adalah yang utama, psikoterapi berkelanjutan penting untuk membantu pasien lebih baik dalam mengatasi kondisinya.

Pada periode mania, dokter biasanya memberi obat antipsikotik seperti, benzodiazepine atau lithium untuk mengontrol perilaku hiperaktif,  gejala sulit tidur, dan emosi. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat untuk menstabilkan suasana hati.

Sedangkan pada periode depresi, lithium juga dapat diberikan sebagai penstabil suasana hati. Selain itu, obat lain dapat diberikan berupa antikonvulsan, obat antipsikotik, atau kombinasi dari obat-obat ini dengan tujuan untuk meningkatkan suasana hati tanpa memicu episode manik.

Pada intinya, tujuan penanganan penyakit mental ini adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan orang-orang di sekitar.