Bipolar – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Gangguan bipolar adalah penyakit mental yang serius yang ditandai oleh perubahan ekstrim dalam suasana hati, dari mania ke depresi. Hal ini dapat menyebabkan perilaku berisiko, hubungan sosial yang rusak, karir yang terganggu, dan bahkan kecenderungan bunuh diri jika tidak diobati.

doktersehat-Skizofrenia-gangguan-kepribadian-ambang

Anak-Anak dan Remaja Bipolar
Meskipun gangguan bipolar lebih sering terjadi pada remaja yang lebih tua dan orang dewasa muda, hal itu dapat mempengaruhi anak-anak berumur mulai dari 6 tahun. Beberapa ahli percaya kondisi ini jarang terjadi dan merupakan suatu diagnosis yang berlebihan.

Bipolar dan Wanita
Secara umum penelitian menunjukkan bahwa wanita cenderung mengalami periode lebih banyak depresi daripada pria. Perempuan juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami perubahan suasana hati dengan cepat, yang berarti memiliki empat atau lebih episode suasana hati dalam satu tahun.

ADHD atau Bipolar?
Gangguan bipolar dan ADHD (Hiperaktif) didiagnosa lebih sering pada anak-anak dan remaja. Ada beberapa kesamaan gejala antara ADHD dan bipolar. Lantas bagaimanakah ini dibedakan?

Penyebab Gangguan Bipolar
Dokter tidak sepenuhnya memahami penyebab gangguan bipolar. Gangguan bipolar sering terjadi dalam hubungan genetik keluarga, dan peneliti percaya ada komponen genetik.

Apakah Anda Berisiko Mengalami Bipolar?
Sekitar 5,7 juta orang dewasa di Amerika Serikat hidup dengan gangguan bipolar. Presentase gangguan bipolar dalam mempengaruhi laki-laki dan perempuan adalah sama, serta sama juga dalam semua ras, kelompok etnis, dan kelas sosial ekonomi.

Pencegahan
Meskipun gangguan bipolar tidak dapat dicegah, pengenalan dini tanda-tanda peringatan bipolar dan memantau suasana hati dapat menjaga dari penyakit ini.

Gejala
Bipolar adalah penyakit yang kompleks. Ada banyak gejala yang berbeda dan beberapa jenis yang berbeda dari gangguan bipolar. Gejala-gejala utama dari gangguan ini adalah perubahan suasana hati yang dramatis dan tak terduga. Jenis bipolar dapat bervariasi mulai ringan sampai parah.

  • Gejala Mania: Gejala mania dapat meliputi kebahagiaan yang berlebihan, kegembiraan, namun lekas marah, gelisah, peningkatan energi, kurang perlu untuk tidur (sulit tidur), pikiran atau ide yang berlebihan, dorongan seks yang tinggi, dan kecenderungan untuk membuat rencana besar naamun tak terjangkau.
  • Gejala Depresi: Gejala depresi mungkin termasuk kesedihan, kecemasan, mudah marah, kehilangan energi, menangis tak terkendali, perubahan nafsu makan menyebabkan penurunan berat badan atau peningkatan berat badan, peningkatan kebutuhan untuk tidur sehingga waktu tidur menjadi lebih panjang atau lebih banyak, kesulitan dalam membuat keputusan, dan berpikiran untuk mati atau bunuh diri.

Jenis Bipolar
Ada beberapa jenis gangguan bipolar; semua melibatkan episode depresi dan mania agar mampu disebut sebagai bipolar. Ada jenis bipolar I, bipolar II, gangguan siklotimik, bipolar campuran, dan gangguan bipolar siklus-cepat.

Bipolar I
Seseorang yang terkena gangguan bipolar ini memiliki setidaknya satu episode mania dalam hidupnya. Episode manik adalah periode suasana hati yang abnormal, disertai dengan perilaku abnormal yang mengganggu kehidupan.

Bipolar II
Pada Bipolar II suasana hati tidak pernah mencapai mania secara penuh, paling hanya mencapai “hipomania” saja.

Baca Juga:  Kutu/ Kutuan - Pencegahan

Sikus Cepat
Dalam bipolar siklus cepat, orang dengan gangguan bipolar mengalami empat episode mania/depresi atau lebih dalam satu tahun. Sekitar 10% – 20% orang dengan gangguan bipolar memiliki siklus cepat.

Bipolar Campuran
Kebanyakan bentuk gangguan bipolar, suasana hati bergantian antara tinggi dan depresi dari waktu ke waktu. Tapi pada gangguan bipolar campuran, seseorang mengalami kedua episode mania dan depresi secara bersamaan atau secara berurutan dengan cepat.

Siklotimia
Siklotimia (gangguan siklotimia) merupakan gangguan mood yang relatif ringan. Orang dengan gangguan cyclothymic memiliki gejala lebih ringan daripada di gangguan bipolar.

Komplikasi Bipolar Disorder
Melukai diri sendiri, atau menyakiti diri, merupakan upaya merugikan untuk mengatasi emosi negatif yang kuat, seperti kemarahan yang ekstrim, kecemasan, dan frustrasi. Hal ini biasanya berulang, dan bukan hanya tindakan satu kali.

Tanda Peringatan Bipolar
Ketika gangguan bipolar muncul  mengikuti pola yang klasik, mendiagnosis gangguan bipolar akan menjadi relatif mudah. Tapi seringkali gangguan bipolar muncul dengan berbagai gejala, misal muncul ketika periode depresi yang berkepanjangan sehingga dianggap sebagai gangguan depresi. Atau biasanya periode depresi diikuti periode manik, namun pada beberapa kasus diikuti oleh periode hipomanik, sehingga diperlukan anamnesis/wawancara yang mendalam dan kerjasama dari pasien.

Pencegahan Bunuh Diri
Bunuh diri adalah resiko yang sangat nyata bagi orang-orang dengan gangguan bipolar, apakah mereka berada dalam episode manik atau depresi, 10% -15% dari orang dengan gangguan bipolar bunuh diri. Tetapi pengobatan akan sangat menurunkan risiko.

Diagnosis & Tes
Dokter akan memahami suasana hati yang berbeda di gangguan bipolar dan wawancara pada pasein akan membantu membuat diagnosis yang akurat. Gangguan bipolar ditelaah dari gejala, termasuk keparahan mereka, lama episode manik dan episode depresi, serta frekuensi munculnya setiap episode manik dan depresi.

Pengobatan & Perawatan

  • Pengobatan terbaik untuk gangguan bipolar adalah kombinasi dari obat-obatan dan konseling. Dokter sering mengobati gejala mania terkait dengan gangguan bipolar dengan satu set obat, dan menggunakan obat lain untuk mengobati depresi. Obat-obatan tertentu juga digunakan untuk “maintenance” – untuk mempertahankan suasana hati yang stabil dari waktu ke waktu.
  • Pengobatan untuk gangguan bipolar paling sering mencakup kombinasi obat yang mampu menstabilkan suasana hati dan psikoterapi. Meskipun terapi obat adalah yang utama, psikoterapi berkelanjutan penting untuk membantu merasa pasien lebih baik dalam mengatasi kondisi bipolarnya.
  • Pada periode mania, dokter awalnya memberi obat antipsikotik juga seperti, benzodiazepin, dan / atau lithium yang dengan cepat mampu mengontrol hiperaktif,  gejala sulit tidur, permusuhan, dan lekas marah. Dokter Anda juga akan memberikan penstabil mood.
  • Pada periode depresi, lithium juga dapat diberikan sebagai penstabil suasana hati. Selain itu, obat lain dapat diberikan berupa antikonvulsan, obat antipsikotik, atau kombinasi dari obat-obat ini dengan tujuan untuk meningkatkan suasana hati tanpa memicu episode manik.

(dr. Ursula Penny)