Bertahun-Tahun Telinganya Selalu Basah, Ternyata Karena Cairan Otak yang Merembes

DokterSehat.Com– Sebuah kasus yang aneh namun mengerikan terjadi pada seorang pria yang bernama Mark Hoffman dari Indiana, Amerika Serikat. Ia mengalami kondisi dimana telinganya selalu basah karena terus-menerus mengeluarkan cairan tanpa henti. Mark sendiri mengaku sudah mengunjungi puluhan dokter untuk mengobati kondisinya ini, namun, Ia tak kunjung mendapatkan solusi yang tepat.

doktersehat-telinga-masuk-air-gatal-jerawat

Semua berawal pada tahun 2006 silam dimana Mark yang baru bangun tidur menyadari jika telinga kanannya mengeluarkan cairan dalam jumlah yang sangat banyak sehingga membuat bantalnya basah. Pada awalnya, hal ini hanya terjadi sesekali saja. Namun, lama-kelamaan cairan ini terus keluar tanpa henti. Setelah 10 tahun mencari jawaban akan apa yang menjadi penyebab dari hal ini, tahun lalu Mark menemui dokter yang justru menyebutkan bahwa cairan yang keluar dari telinganya ini bukanlah cairan kotoran, namun cairan otak yang merembes keluar akibat dari kebocoran pada tulang tengkoraknya.

Pakar kesehatan saraf dari Indiana University School of Medicine bernama dr. Rick Nelson, menyebutkan bahwa kasus yang menimpa Mark ini sepertinya disebabkan oleh masalah obesitas atau kegemukan. Sebagai informasi, cairan otak atau cerebrospinal fluid biasanya sudah terbungkus di dalam kantong di sekeliling otak dan di sepanjang sumsum tulang belakang dengan sangat baik. Hanya saja, jika seseorang terkena kecelakaan atau pernah melakukan operasi mayor, bisa jadi kantung yang sangat kuat ini berlubang. Namun, untuk kasus milik Mark, kebocoran cairan ini disebabkan oleh menipisnya tulang tengkoraknya.

Dr. Nelson berkata bahwa dalam 10 tahun terakhir, kasus yang mirip layaknya yang terjadi pada Mark cenderung meningkat. Ia pun menduga jika hal ini terkait dengan kecenderungan semakin banyaknya orang yang terkena obesitas dan sleep apnea. Jika sleep apnea terjadi, maka tekanan di kepala akan meningkat dengan signifikan dan hal ini bisa mempengaruhi ketebalan tulang tengkorak.

Baca Juga:  Dismenore (Kram Menstruasi) - Penyebab dan Gejala

Memang, kondisi kebocoran cairan otak ini tidak berbahaya asalkan tidak menyebabkan infeksi, namun, dokter akhirnya menyarankan Mark untuk melakukan operasi pada bulan Desember 2016 silam. Sejak saat itulah telinganya tak lagi mengeluarkan cairan.