Berolahraga Berat Hanya di Akhir Pekan Ternyata Kurang Baik Bagi Jantung

DokterSehat.Com – Banyak orang yang begitu sibuk di hari kerja sehingga hanya mampu menyempatkan diri untuk berolahraga di akhir pekan. Memang, meskipun hanya mampu berolahraga di akhir pekan, jelas hal ini akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tidak berolahraga sama sekali. Hanya aja, ada baiknya kita tidak melakukan olahraga dengan intensitas tinggi andai kita hanya sempat melakukannya di akhir pekan karena justru bisa membahayakan organ jantung. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-lari-hilangkan-stres

Pakar kesehatan dr. Ario S. Kuncoro, SpJP(K), FIHA, yang berasal dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia menyebutkan jika andai kita memang hanya memiliki waktu akhir pekan untuk berolahraga dan justru memilih olahraga dengan intensitas berat, maka kita akan beresiko tinggi terkena kematian mendadak. Menurut beliau, andai kita melakukannya, maka jantung akan kaget karena tiba-tiba harus diforsir dengan sangat berat. Alhasil, jantung pun beresiko tinggi terkena kerusakan kelistrikan pompa jantung yang sangat berbahaya, yakni memicu ketidakstabilan proses pemompaan jantung yang bisa memicu kematian mendadak.

Dr. Ario memberikan contoh sederhana dimana ada orang yang tiba-tiba meninggal saat bermain sepakbola atau futsal. Menurut beliau, seringkali kematian tersebut terjadi karena tiba-tiba saja melakukan olahraga dengan intensitas berat padahal pada hari-hari lainnya Ia tidak pernah melakukannya karena tidak sempat.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan andai kita memang hanya sempat melakukan olahraga di akhir pekan? Dr. Ario menyarankan kita untuk melakukan olahraga yang sederhana layaknya berlari atau jogging saja. Selain itu, beberapa olahraga sederhana lainnya layaknya berjalan kaki, berenang, atau bahkan bersepeda juga akan sangat baik bagi tubuh kita. Lakukan dengan intensitas yang tidak terlalu berat sehingga jantung kita pun tidak akan bekerja terlalu keras sehingga kita pun tidak akan meningkatkan resiko kematian mendadak.