Bermalas-Malasan di Masa Liburan Ternyata Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan

DokterSehat.Com – Siapa yang tidak menyukai masa liburan? Meskipun kita hanya mendapatkan satu hari tambahan libur selain di akhir pekan, banyak orang yang sudah menganggapnya sebagai sebuah kemewahan. Tak percaya? Cobalah untuk melihat betapa banyaknya orang yang berbondong-bondong ke tempat pariwisata saat menemukan adanya satu hari tambahan di akhir pekan. Beberapa orang justru melihat adanya masa liburan sebagai waktu paling tepat untuk bermalas-malasan dan memanjakan dirinya setelah bekerja denga keras sepanjang pekan. Meskipun terlihat menyenangkan, kebiasaan ini ternyata bisa membuat berat badan naik dengan signifikan.

doktersehat-setelah-melahirkan-sit-up-langsing-kendur

Banyak orang yang mengaku bahwa masa liburan akan dianggap sebagai kesempatan emas untuk bangun lebih siang dan bahkan bisa menghabiskan seharian hanya tiduran atau bermalas-malasan di depan layar televisi. Yang menjadi masalah adalah, selain malas-malasan ini, orang juga cenderung lebih banyak makan tanpa disadari. Selain makan besar tiga kali sehari, beberapa camilan juga kerap kali sengaja disediakan untuk dikonsumsi di masa liburan sehingga kegiatan bermalas-malasan bisa ditemani dengan camilan tersebut. Adanya kebiasaan makan yang lebih banyak inilah yang memicu kenaikan berat badan.

Sebuah penelitian dilakukan di University of South Carolina mempelajari kebiasaan bermalas-malasan di masa liburan ini dan melibatkan 332 partisipan berusia 20 hingga 35 tahun. Dalam penelitian ini, partisipan memakai semacam pengukur aktifitas yang berlangsung hingga 10 hari berturut-turut sehingga akan ditemukan perbedaan aktifitas pada hari kerja dan di akhir pekan atau masa liburan. Selain itu, partisipan juga mengalami pengukuran berat badan hingga kadar lemak dalam tubuh. Dari penelitian ini, ditemukanlah fakta dimana rata-rata orang akan melakukan kegiatan bermalas-malasan hingga 20 menit pada hari Sabtu atau Minggu, atau saat ada liburan tiba. Kegiatan ini jika dilakukan berulang-ulang dalam satu tahun ternyata bisa memicu kenaikan berat badan hingga 1,6 persen.

Baca Juga:  Resolusi Tahun Baru untuk Ginjal Anda

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa partisipan penelitian mengalami penurunan aktifitas sangat drastis di akhir pekan dan masa liburan. Sebaliknya konsumsi makanan justru meningkat drastis pada waktu-waktu tersebut sehingga kenaikan berat badan bisa terjadi. Untuk menghindari hal ini, pakar kesehatan sudah menyarankan kita untuk setidaknya berolahraga di akhir pekan selama 20 menit saja untuk mengimbangi malas-malasan dan kenaikan konsumsi makanan. Tak perlu melakukan olahraga yang berat, jalan santai atau bahkan bersepeda diyakini bisa mencegah masalah kenaikan berat badan.