Bermain Lumpur Dapat Menyehatkan Anak

Doktersehat.com – Kebanyakan orang tua khawatir jika anaknya bermain kotor-kotoran. Para orang tua mungkin menganggap bahwa bermain kotor-kotoran seperti tanah atau lumpur dapat membuat tangan anak dipenuhi kuman yang dapat mengakibatkan anak mudah sakit. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar sebab menurut penelitian secara tidak langsung bermain lumpur dapat membantu kesehatan anak Anda.



“Orangtua harus membiarkan anak-anak mereka untuk bermain di luar ruangan. Percikan lumpur sebenarnya baik untuk kesehatan anak Anda,” tutur Dr Keya Lahiri, Chief Pediatrician dari Dr. D.Y. Patil Hospital, India.

Sebaiknya biarkan anak Anda bermain di luar ruangan sebab jika kondisi anak Anda terlalu higienis, anak-anak tidak mendapatkan banyak paparan bakteri yang berbeda. Hal ini melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan asma dan penyakit lainnya. Padahal, paparan awal mikroba hadir di tanah dapat membantu anak-anak menjadi lebih kuat dan tahan penyakit, demikian yang dilansir Healthmeup.

Berhenti merusak otak anak Anda dengan video game atau PSP. Bermain lumpur atau tanah di luar ruangan akan membantu meningkatkan fungsi kognitif anak Anda, juga mengaktifkan fungsi yang lebih baik dari otak. Membiarkan anak Anda untuk bermain dengan lumpur dapat membantu anak menjadi lebih santai dan tenang. Bau dan mikroba dalam lumpur yang membantu mengangkat suasana hati anak Anda, membuatnya merasa bahagia. Selain itu, ketika mereka bermain-main di lumpur dengan orang lain, itu membuat mereka tertawa dan mengurangi tingkat stres.

Anak yang bermain di luar dengan lingkungan alam dan sekitarnya akan menciptakan kenangan indah dan mereka akan belajar untuk melindungi alam. Selain itu, belajar menanam pohon atau bunga dalam pot akan membantu anak Anda mengembangkan kreativitas.

Tips Bermain kotor-kotoran

Tak sekadar bermain kotor-kotoran, tapi aktivitas ini perlu diarahkan. Jangan sampai bermainnya malah menjadi ajang untuk mengotori diri sendiri, mengotori rumah, atau merusak benda dan tanaman yang ada di rumah. Apalagi jika kemudian aktivitasnya malah kacau oleh perselisihan yang sebenarnya bisa dihindari. Berikut tipsnya:

Baca Juga:  Krokodil Bisa Bikin Pecandunya Seperti Mayat Hidup

Dampingi kala bermain

Pendampingan bisa dalam arti membimbing dan mendorong anak untuk mengembangkan kreativitas, minat, dan keingintahuannya sehingga rasa percaya diri, kemampuan kreativitasnya, keberaniannya, ikut tumbuh dengan baik. Kita juga perlu mengawasi anak supaya ia tidak melakukan hal-hal yang membahayakan. Misal, memakan “adonan” yang difantasikannya sebagai kue, membuang “adonan” secara sembarangan, merusak pepohonan yang ada di rumah, dan lainnya. Penggunaan benda-benda berbahaya, seperti pisau, cutter, gunting, dan lainnya, juga perlu selalu dalam pemantauan. Pendampingan juga akan menjalin kedekatan orangtua dengan anak karena di dalamnya terjadi interaksi yang hangat serta komunikasi yang baik. Hubungan harmonis antara orangtua dan anak merupakan salah satu syarat  dalam mengembangkan potensi kreativitas anak.

Batasi campur tangan

Kala mendampinginya, jangan terlalu ikut campur dalam aktivitas anak. Banyak  melarang atau memaksakan ide-ide, akan merusak “acara” anak. Selama aman-aman saja, biarkan si kecil melakukan apa yang disenanginya dan biarkan ia mengembangkan sendiri idenya. Karena dengan begitulah ia akan mampu memaksimalkan kreativitasnya, lebih percaya diri, dan bangga terhadap apa yang sudah mampu ia buat. Bantulah kala dibutuhkan saja. Itupun bantuan untuk memunculkan kreativitasnya, bukan membantu sepenuhnya.

Tak perlu berkomentar negatif, cukup bersihkan saja

Kegiatan ini memang “menjijikkan” dan akan membuat tempat eksperimen berlangsung jadi berantakan dan kotor. Lebih baik, antisipasi semua ini dengan mengajak anak bermain di halaman rumah, memakaikan pakaian yang siap kotor, menyediakan sendok untuk mengaduk-ngaduk tanah dan pasir, serta alas bermainnya. Setelah puas bereksperimen, “kotoran” segeralah bersihkan tubuh anak.

Dari berbagai sumber