Berlatih Yoga Percepat Pemulihan Pasien Stroke

Doktersehat.com – Berlatih yoga tidak hanya bermanfaat untuk melatih ketenangan pikiran dan jiwa. Riset terbaru menunjukkan, latihan yoga ternyata dapat meningkatkan pemulihan pada pasien stroke. Peneliti mengindikasikan, yoga mungkin bermanfaat untuk orang-orang yang menjalani rehabilitasi rawat inap pascaserangan stroke.

doktersehat-meditasi-yoga-rileks

Temuan menunjukkan, berlatih yoga selama delapan minggu khususnya pada pasien stroke membantu meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas, gaya berjalan lebih kuat dan cepat, serta peningkatan kekuatan serta daya tahan.

Penelitian ini melibatkan para ilmuwan dari Richard L. Roudebush VA Medical Center di Indianapolis, Indiana University-Purdue University Indianapolis dan IU Bloomington. Mereka mengamati bagaimana kontribusi yoga dalam membantu orang usia lanjut untuk pulih dari penyakit stroke.

Masing-masing partisipan (pria dan wanita) telah menyelesaikan terapi okupasi pasca mengalami serangan stroke dan terapi fisik sebelum studi dilakukan, tetapi mereka masih terus memiliki gangguan.

Arlene Schmid, ilmuwan rehabilitasi di Roudebush VA Medical Center mengatakan, hilangnya kekuatan fungsional, fleksibilitas dan daya tahan adalah seseuatu yang umum terjadi setelah serangan stroke, yang dapat menyebabkan cacat jangka panjang.

“Dokter perlu metode untuk mengelola dan meningkatkan kemampuan pasien pascaserangan stroke yang mengalami gangguan fisik,” kata Schmid, asisten profesor terapi okupasi di School of Health and Rehabilitation Science di IUPUI.

Dari hasil analisa peneliti menemukan, berlatih yoga memberikan keuntungan dalam kekuatan fungsional, fleksibilitas dan daya tahan, serta adanya perbaikan yang signifikan di semua area. Aktivitas yoga mungkin telah meningkatkan pengawasan neuromuskuler, yang memungkinkan untuk perbaikan kekuatan pada anggota badan yang terkena dampak ataupun yang tidak terkena.

Tracy Dierks, profesor terapi fisik di School of Health and Rehabilitation Sciences, mengungkapkan, fokus analisis penelitian ini untuk melihat seberapa baik peserta studi bisa kembali berjalan setelah mengikuti program tersebut.

Dierks melaporkan, setelah program yoga setiap peserta menunjukkan keseimbangan lebih baik dan gaya berjalan lebih cepat dengan langkah panjang. Tetapi, meskipun para partisipan bisa berjalan lebih cepat, mereka tidak dapat mempertahankan kecepatannya selama enam menit.

“Temuan ini memiliki potensi untuk membantu proses pemulihan. Intervensi yoga dirancang untuk meningkatkan keseimbangan dan kami tidak terlalu fokus pada peningkatan kecepatan berjalan,” kata Dierks.

Hasil penelitian ini berdasarkan kajian dari dua penelitian terbaru yang akan disajikan pada pertemuan tahunan dalam American College of Sports Medicine di San Francisco.

Banyak orang mengandalkan yoga sebagai media relaksasi untuk menenangkan pikiran di tengah stres. Mereka meyakini yoga memberikan energi positif dalam kehidupan, yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan.

Lewat keseimbangan jiwa dan pikiran, yoga tak hanya bermanfaat bagi kesehatan mental tapi juga menunjang kesehatan fisik penderita stroke. Melakukan yoga selama delapan minggu membantu memperbaiki daya tahan tubuh penderita stroke.

Studi tersebut tersaji dalam dua analisis terpisah pada pertemuan tahunan American College of Sport Medicine.

Analisis pertama mengkaji manfaat fisik yoga untuk penderita stroke. Arlene Schmid, peneliti studi dari Roudebush VA Medical Center, berpendapat bahwa yoga dapat meningkatkan kekuatan, ketahanan dan fleksibilitas karena membantu kontrol neuromuskular.

Analisis kedua. Tracy Dierks, yang juga peneliti studi menemukan bahwa yoga dapat membantu pasien stroke mengambil langkah lebih panjang dan cepat. Meski mereka tidak dapat mempertahankan gaya berjalan cepat itu selama lebih dari enam menit. “Yoga dirancang untuk menjaga keseimbangan, bukan gaya berjalan,” kata Dierks, dikutip Huffington Post.

Meski yoga dapat membantu memulihkan penderita stroke, The University of Maryland Medical Center mengingatkan pentingnya konsultasi dengan dokter sebelum melakukannya. Ini mengingat ada beberapa langkah yang bisa berbahaya bagi pasien tertentu.