Dikira Pria Karena Berjenggot, Wanita Ini Dipaksa Lepas Baju oleh Polisi

wanita_tangan_dagu_doktersehat_1
Photo Source: Flickr/Hernan Pinera

DokterSehat.Com– Wanita berusia 24 Tahun bernama Teresiah Mumbi Maina mengajukan tuntutan hukum kepada dua anggota kepolisian dari Huruma Police Station yang ada di Kenya karena dianggap melakukan pelecehan seksual kepadanya.

Dilansir dari Tuko.co.ke, kedua anggota kepolisian ini mengira Teresiah sebagai seorang pria karena memiliki jenggot. Saat diperiksa di kantor polisi karena dianggap sebagai calo tiket angkutan umum, pihak kepolisian pun memaksa Teresia untuk membuka baju. Saat itulah Teresiah menjerit dan menganggap polisi melakukan pelecehan kepadanya.

Kejadian ini berlangsung pada 15 Mei 2018 lalu. Saat itu, kedua anggota polisi ini meminta bayaran suap sebanyak 400 Swahili Kenya sebagai uang keamanan karena membiarkan Teresiah sebagai calo tiket. Saat itu, Teresiah diminta untuk datang ke kantor polisi Huruma. Karena bingung dengan jenis kelamin Teresiah yang tertulis dalam tanda pengenal adalah wanita namun terlihat memiliki jenggot layaknya pria, polisi pun memintanya membuka baju untuk membuktikannya.

Dalam dunia medis, kondisi yang dialami oleh Teresiah disebut sebagai hypertrichosis. Kondisi ini membuatnya mengalami pertumbuhan bulu atau rambut dengan berlebihan sehingga memiliki rambut yang biasanya dimiliki oleh laki-laki, tepatnya di dagunya. Pakar kesehatan menyebut masalah kesehatan ini belum jelas penyebabnya. Hanya saja, ada dugaan bahwa pemicunya adalah faktor keturunan atau konsumsi obat-obatan dan steroid tertentu.

Kini, Teresiah memilih untuk berhenti bekerja sebagai calo tiket karena berpikir jika ada kemungkinan kejadian ini akan menimpanya kembali di masa depan. Teresiah juga memilih untuk rajin mencukur jenggotnya agar tidak ada lagi orang yang salah mengiranya sebagai seorang laki-laki.