5 Cara Berhenti Merokok dengan Memanfaatkan Momen Puasa Ramadan

doktersehat berhenti merokok

DokterSehat.Com – Seseorang yang aktif merokok biasanya susah sekali kalau disuruh berhenti. Saat mencoba berhenti merokok, mereka akan merasakan pusing, lemas, dan tidak fokus melakukan apa saja. Kondisi ini biasanya akan hilang begitu mereka kembali merokok meski hanya beberapa isap saja.

Saat puasa, para perokok aktif tentu tidak bisa mengisap batang tembakau itu saat siang. Selama seharian mereka akan tersiksa sehingga begitu waktu berbuka puasa tiba mereka akan langsung mengambil rokok dan mengisapnya dalam-dalam. Tidak makan pun, perokok sudah merasa kenyang dengan rokok yang mereka isap.

Sebenarnya puasa adalah saat yang tepat untuk mencoba berhenti merokok. Dengan sedikit tekanan dari kewajiban dan tekat yang kuat Anda pasti bisa melakukannya. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

  1. Menghindari pemicu untuk merokok

Para perokok aktif pasti tahu kalau pasangan tepat untuk rokok adalah kopi. Kalau sudah ngopi dan ditemin dengan rokok, pria akan merasa kenyang dan tidak membutuhkan apa-apa. Bahkan tidak langsung makan saat berbuka puasa pun tidak menjadi masalah bagi mereka.

Kalau Anda ingin belajar untuk berhenti merokok khususnya saat bulan Ramadan, coba jauhi kopi dan hal-hal yang memicu keinginan merokok jadi timbul. Lebih baik banyak-banyak minum air putih saat berbuka dan sahur karena bisa menghidrasi tubuh lebih lama dan kita jarang pusing saat siang hari.

  1. Mengurangi rokok perlahan-lahan

Berhenti merokok secara langsung akan memberikan efek buruk pada tubuh. Untuk mengatasi kondisi lemas dan pusing yang malah mengacaukan puasa, coba kurang perlahan-lahan dan konsisten. Kalau dalam satu hari Anda bisa merokok sebanyak 3-4 batang atau mungkin satu pak, kurangi separuhnya selama 2 hari sekali.

Dalam satu bulan Anda akan terbiasa dengan asupan nikotin yang tidak terlalu banyak. Dari sini Anda bisa berlanjut untuk tidak melanjutnya merokok pasca Ramadan dan setelah Idulfitri. Yang Anda butuhkan adalah ketekunan dan konsisten. Kalau tidak ada keinginan untuk berhenti merokok, Anda tidak akan mampu mengatasinya.

  1. Hindari merokok setelah berbuka puasa

Mumpung bulan puasa, coba hindari merokok setelah berbuka puasa. Coba tahan untuk sementara. Kalau Anda sudah tidak tahan barulah merokok. Kalau masih kuat tahan dan coba alihkan keinginan merokok dengan makan atau minum sesuatu yang sehat seperti buah atau jus.

Pokoknya begitu muncul keinginan untuk merokok jangan langsung menurutinya. Ulur waktu terlebih dahulu hingga sekuat tenaga. Kalau sudah tidak kuat barulah boleh merokok dengan jumlah terbatas. Ingat poin sebelumnya kan? Kurang setengah porsinya setiap 2 hari sekali.

  1. Makan sesuatu yang membuat mulut tidak asam

Beberapa perokok kerap merasakan mulut dan lidahnya jadi asam kalau tidak segera mendapatkan asupan nikotin. Nah, untuk mencegah rasa asam ini terus keluar dan membuat Anda jadi tergoda untuk merokok, coba makan sesuatu yang manis atau memiliki rasa mint. Anda disarankan makan kurma yang baik untuk kesehatan atau permen mint dengan kadar gula rendah.

  1. Berolahragalah secara rutin

Berolahraga secara rutin setiap hari khususnya saat berpuasa akan membuat tubuh semakin sehat dan bugar. Anda tidak akan mudah loyo karena kekurangan asupan nikotin yang biasanya didapatkan dari rokok.

Untuk memaksimalkan keinginan berhenti merokok, coba lakukan olahraga minimal 30 menit setelah salat Tarawih. Kalau Anda sempat melakukannya saat pagi atau sore sebelum berbuka puasa juga lebih baik.

Semoga ulasan tentang cara berhenti merokok di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan.