Berencana Menyelam di Akhir Pekan? Waspadai Gangguan Pendengaran

DokterSehat.Com – Setiap orang tentu memiliki cara sendiri-sendiri dalam menghabiskan waktu akhir pekannya. Ada yang memilih untuk bersantai di rumah, ada yang pergi ke tempat wisata, atau bahkan ada yang ingin melakukan aktifitas alam layaknya menyelam. Jika anda termasuk dalam orang-orang yang hobi menikmati pemandangan di dalam lautan, anda tentu harus memiliki bekal berupa teknik menyelam yang benar. Tak hanya itu, anda juga harus mewaspadai serangan gangguan pendengaran.



Pakar kesehatan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia atau PP PERHATI-KL, bernama dr. Soekirman Soekin, KL (K), berkata bahwa selama ini sudah cukup banyak penyelam yang mengeluhkan telinganya terasa sakit dengan sensasi tersumbat dan suara berdengung. Menurut beliau, hal ini disebabkan oleh kebiasaan cukup banyak penyelam yang segera menyelam dengan cepat demi menghemat pasokan udara dalam tabung. Padahal, bagian rongga tengah telinga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan tekanan di dalam telinga tengah.

Menurut dr. Soekirman, penyesuaian tekanan di dalam telinga tengah ini harus melalui saluran tuba eustakius terlebih dahulu. Sebagai informasi, saluran tuba eustakius adalah penghubung dari telinga tengah dengan rongga hidung bagian belakang. Jika penyelam langsung menyelam ke lautan dalam dengan cepat, maka kondisi hidung, tenggorokan, dan juga telinga belum mampu menyesuaikan tekanan sehingga muncullah masalah gangguan pendengaran tersebut. Tak hanya itu, banyak penyelam yang tetap melakukan kegiatannya saat sedang pilek. Padahal, pilek bisa memicu pembengkakan tuba eustakius dan pada akhirnya memicu gangguan pengaturan tekanan pada telinga bagian tengah.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini, pakar kesehatan menyarankan para penyelam untuk melakukan latihan valsava tatkala masih berada di daratan. Latihan ini dilakukan dengan cara menelan saat hidung ditutup. Dengan melakukannya, maka kita bisa menurunkan resiko terkena gangguan pendengaran saat melakukan aktifitas menyelam ini.