Berbeda dengan Dewasa, Yuk Kenali Gejala Tuberkulosis pada Anak!

DokterSehat.Com – Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman yang sebagian besar menyerang paru, namun dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Hingga saat ini TB masih merupakan masalah kesehatan yang penting dan masih butuh perhatian lebih di Indonesia. Keluhan bisa bervariasi pada satu orang dengan orang lain. Sebagian besar dewasa yang terjangkit TB mengeluh batuk berdahak lebih dari 2 minggu dapat disertai sesak nafas, badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, berkeringat malam tanpa kegiatan fisik dan demam meriang lebih dari satu bulan.

doktersehat-anak-sakit-batuk-konsultasi-dokter

Berbeda dengan gejala pada dewasa diatas, penyakit TB pada anak memiliki gejala yang tidak khas. Penyakit TB anak ditemukan dengan melalui 2 pendekatan utama yaitu ada tidaknya riwayat kontak erat anak dengan pasien TB dewasa aktif dan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala klinis yang mengarah ke TB. Gejala klinis pada anak sangat bervariasi. Biasanya anak datang dengan keluhan masalah pada berat badan yaitu berat badan yang turun atau tidak naik secara adekuat. Keluhan tersebut kadang disertai nafsu makan tidak ada atau menurun, demam lama, lemah dan lesu, batuk lama.

Penegakan diagnosis TB pada anak berbeda dengan dewasa. Pada anak digunakan sistem skoring TB anak untuk membantu tenaga kesehatan untuk menegakkan diagnosis. Skoring tersebut meliputi : ada tidaknya riwayat kontak dengan pasien TB (+), Hasil uji Mantaoux/tuberkulosis, berat badan atau keadaan gizi, demam yang tidak diketahui penyebabnya, batuk lama, pembesaran kelenjar getah bening, pembengkakan tulang/sendi, dan gambarang rontgen paru. Hasil skoring diatas kemudian dijumlahkan. Jika hasilnya mengarah ke TB maka anak perlu segera diterapi baik terapi profilaksis atau terapi definitif.

Baca Juga:  Mengapa Lapar Membuat Kita Mudah Marah?

Penegakan skoring hendaknya dilakukan oleh petugas kesehatan mengingat gejala TB pada anak sangatlah bervariasi dan tidak khas. Apabila kita menjumpai anak atau tetangga dengan keluhan seperti di atas sebaiknya segera dibawa ke Pelayanan Kesehatan mengingat prognosis penyakit TB yang kurang baik dan dapat mengganggu perkembangan tumbuh kembang anak sehingga kewaspadaan dini sangatlah diperlukan.

Sumber : PMK 2014