Berbagai Mitos Tentang HIV/AIDS Ini Ternyata Tidak Benar

DokterSehat.Com– Memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, ada baiknya kita semakin menyadari betapa berbahayanya penyakit menular ini. Sebagai informasi, di Indonesia saja sudah ada lebih dari 276 ribu orang yang menderita penyakit ini. Penyebab dari penyebaran HIV/AIDS sangatlah bermacam-macam dari karena seks bebas, penggunaan narkoba, transfusi darah, dan lain sebagainya. Yang menjadi masalah adalah, terdapat stigma negatif pada melekat pada penderita HIV/AIDS yang membuat masyarakat cenderung menjauhi atau mengucilkan mereka. Apa sajakah berbagai stigma tersebut?

doktersehat-hiv-aids-antibodi-obat

Keringat bisa menularkan HIV/AIDS
Cukup banyak orang yang takut untuk berbincang-bincang atau berdekatan dengan penderita HIV/AIDS karena berpikir jika hanya dengan menyentuh keringatnya saja sudah bisa menularkan penyakit ini. Padahal, virus HIV tidak ada pada keringat, namun pada darah, cairan kelamin, dan ASI penderita HIV/AIDS.

Air liur bisa menularkan HIV/AIDS
Percayakah jika anda masih bisa minum air dari gelas yang sama sebagaimana yang dipakai penderita HIV/AIDS? Hal ini disebabkan air liur yang tidak bisa menularkan penyakit ini. Hal yang sama juga terjadi jika penderita HIV/AIDS bersin atau batuk di depan kita.

Memakai WC duduk yang sama dengan yang dipakai penderita HIV/AIDS
Berdasarkan pendapat dari Komisi Penanggulangan AIDS, memakai toilet bersamaan dengan penderita HIV/AIDS, khususnya toilet duduk, ternyata tidak akan menularkan penyakit ini. Hal ini disebabkan oleh kotoran dan air seni yang juga tidak akan menyebarkan virus HIV.

Gigitan nyamuk bisa menularkan AIDS
Banyak orang yang takut berdekatan dengan penderita HIV/AIDS karena khawatir jika mereka akhirnya digigit nyamuk atau serangga lainnya yang sudah menggigit para penderita AIDS tersebut. Padahal, nyamuk hanya akan menghisap darah manusia dan memasukkan air liurnya yang membuat kulit bentol-bentol, bukannya juga memindahkan darah penderita HIV/AIDS pada tubuh orang lain.

Baca Juga:  Kasus HIV/AIDS di Indonesia Cenderung Meningkat

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita tidak menjauhi atau mengucilkan penderita HIV/AIDS. Tetaplah bergaul dengan mereka seperti biasa dan selalu dukung mereka agar bisa hidup sebagaimana manusia biasa.