informasi kesehatan


Berat Badan Bayi Kurang

Berat Badan Bayi Kurang

DokterSehat.com – Penybab berat badan bayi tidak kunjung datang ada bermacam, macam. Artikel yang di ambil dari http://arsipbayi.blogspot.com/2006/10/berat-badan-baby.html mudah-mudahan dapat membantu mama-mama sekalian:

ACUAN KURUS

Normalnya, berat badan (BB) bayi baru lahir harus mencapai 2.500 gram. Tidak terlalu besar, juga tak kelewat kecil. Sebab kalau terlalu kecil, dikhawatirkan organ tubuhnya tak dapat tumbuh sempurna sehingga dapat membahayakan sang bayi sendiri. Sebaliknya, terlalu besar juga ditakutkan sulit lahir dengan jalan normal dan mesti lewat operasi sesar.

Nah, pertambahan BB bayi bisa dilihat per triwulan. Pada triwulan I, kenaikan BB berkisar 150-250 gram/minggu, triwulan II kenaikannya 500-600 gram/bulan, triwulan III naik 350 – 450 gram/bulan, dan triwulan IV sekitar 250-350 gram/bulan.

Acuan untuk melihat normal-tidaknya BB adalah saat usianya mencapai 6 bulan dan 1 tahun. Di usia 6 bulan, BB bayi harus mencapai 2 kali lipat berat lahir dan menjadi 3 kali lipatnya pada usia 1 tahun. “Kurang dari ini, BB nya bisa disebut rendah atau ia termasuk bayi kurus.”

Bayi kurus adalah yang saat lahir BB-nya rendah atau di bawah 2.500 gram. “Penyebabnya dipengaruhi saat masih berada dalam kandungan. Inilah yang sangat menentukan karena di situlah pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh dimulai.”

BERAT MANDEK

Meski saat lahir BB-nya normal, belum tentu juga selanjutnya perkembangan BB-nya akan normal sesuai dengan pertumbuhannya. “Pada fase tertentu, ada kecenderungan pertambahan berat badan bayi akan melambat.” Antara 1 sampai 6 bulan, pertambahan BB bayi terbilang cepat, “Tapi di atas 6 bulan, pertambahannya melambat. Ini terjadi hampir pada seluruh bayi. Salah satu penyebabnya, karena pada tahap ini biasanya bayi sudah lebih banyak bergerak dan pertumbuhannya mengarah ke pertinggian badan.”

Bila pertambahan BB bayi di usia 6 bulan, misalnya, menjadi tidak normal alias tidak bertambah atau malah berkurang, “Perlu dilihat penyebabnya,” terang Alinda. Mungkin ada penyakit yang bersarang di tubuhnya semisal penyakit infeksi terutama TBC dan diare. “Penyakit membuat nafsu makan anak berkurang dan akhirnya BB-nya tak mau naik.”

Selain itu, bayi kurus juga bisa mengindikasikan kekurangan gizi. Ini umumnya karena kebiasaan di keluarga di mana kadang ibu tak cermat memberi nutrisi yang tepat untuk bayi. Padahal,bayi perlu asupan nutrisi yang seimbang. Bisa juga karena si bayi bosan dengan makanan yang itu-itu saja dan akhirnya emoh makan.”Di sisi lain, kondisi psikis bayi menentukan pula keinginannya untuk makan. Kalau ia merasa tertekan karena sering dipaksa, misalnya, bisa saja nafsu makannya berkurang.”

“Bila terlalu kurus, segera konsultasi ke dokter.”

Soalnya, lanjutnya, “Untuk mengembalikannya menjadi normal kita harus melihat apa yang menjadi sebabnya.” Bila karena penyakit, harus disembuhkan dansambil menyembuhkan penyakitnya, kita pun harus melakukan konsultasi gizi untuk mengetahui gizi yang tepat bagi bayi.

KIAT MENGATASI

Jika memang penyebabnya karena penyakit, tak ada cara lain, si penyakit harus disembuhkan secara total. Pada saat yang sama pula, bayi diberi nutrisi yang cukup agar ia tidak jadi kurus. Sebab, jika bayi kena infeksi dan dibiarkan tanpa ada tindakan tepat hingga akhirnya menimbulkan masalah kekurangan gizi, misalnya, bakal sulit meningkatkan BB-nya. Penanganannya pun akan menjadi lebih kompleks.

Ciri-ciri bayi malnutrisi, jelas Alinda, bisa dilihat dari fisiknya. “Bila parah hanya tinggal kulit dan tulang saja.” Pemberian gizi tidak hanya satu segi saja, tetapi harus seimbang antara pemberian protein, karbohidrat, lemak, kalori, dan vitamin. Sumbernya pun tidak harus yang mahal, lebih baik dari yang murah. “Seperti protein, tak harusdari hewani saja. Dari nabati pun bisa. Misalnya anak diberitahu dan tempe.” Sumber : dr. Alinda Rubiati, Sp.A, via www. balita-anda.com

Sumber : bayidananak.com

pf button both Berat Badan Bayi Kurang
                     

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

3 Responses to “Berat Badan Bayi Kurang”

  1. eni says:

    anak saya sudah berumur 13 bulan & berat badannya 8,5kg, dia lahir dengan berat badan 3,5kg.menurut informasi yg sy dapat bayi yg sudah berumur 1 thn berat badannya harus 3X lipat pd saat ia baru lahir.
    yg ingin sy tanyakan apakah berat badan putri sy masih bisa terbilang normal?
    anaknya sangat aktif,dan nafsu makannya pun normal.sayur ,ikan,daging,tahu & tempe selalu sy berikan & ASI di bantu dengan susu formula tetapi berat badannya tak jg naik? apakah penyebabnya dan bagaimana cr mengatasinya?

    Komentar yang Sangat Berguna. Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 9 Thumb down 0

    • LIA says:

      Anak saya berusia 10 bulan dengan berat badan 7,5Kg, termasuk kuruskan?…sebelumnya saya memberikan asi eksklusif selama 6bln dilanjutkan dengan makan tambahan,,klau soal makan anak saya termasuk lahap perkembangan motoriknya jg bagus,,tp mengapa anak saya kurus yaa…bantu saya donk…

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

      • dr. Vanny Bernadus says:

        @lia, untuk Bayi Usia 10 bulan dikatakan kurus sekali pun tidak. Harus disesuaikan juga dengan berat badan saat lahir Dan genetic. Apabila Bayi ibu aktif, motorik Dan sensoriknya baik Dan ASI exclusive maka daya tahan tubuhnya Akan baik. Coba variasikan makanan Bayi anda Dan sering kwan frekuensinya 4-5 Kali sehari, bila ASI anda masih Ada bisa berikan ASI. Cari makanan favorite Bayi anda, mungkin dengan makanan favorite Nya makannya Akan semakin lahad. Trims

        Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0


Trackbacks/Pingbacks

  1. Kucing Tergemuk di Dunia Akhirnya Mati Karena Kelebihan Berat Badan | RuangKabar.com - [...] yang sejenis dengannya.                       Mungkin anda masih ingat kucing …