Berapa Kali Pasangan Harus Berhubungan Intim Agar Bisa Hamil?

DokterSehat.Com – Tidak semua pasangan cukup beruntung untuk segera mendapatkan keturunan. Ada pasangan yang baru saja menjalani pernikahan dan langsung bisa hamil, namun, tak jarang pula pasangan harus menunggu hingga bertahun-tahun lamanya untuk mendapatkan kehamilan. Sebenarnya, berapa kalikah pasangan harus berhubungan intim untuk mendapatkan kehamilan?

doktersehat-pasangan-seks

Sebuah survei pun dilakukan oleh Channel Mum untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut. Dalam survei ini, setidaknya ada 1.194 pasangan yang mau menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan. Hasilnya adalah, rata-rata pasangan tersebut harus berhubungan intim 78 kali sebelum akhirnya mendapatkan kehamilan.

Siobhan Freegard, founder dari Channel Mum, menyebutkan bahwa rata-rata pasangan ternyata akan berhubungan intim 13 kali dalam satu bulan. Namun, saat mereka ingin mendapatkan kehamilan, mereka akan melakukannya dengan lebih sering. Dalam survei ini, Freegard juga menemukan bahwa hanya 5 persen pasangan yang langsung hamil setelah sekali berhubungan intim. Selain itu, ada 1 dari 16 wanita yang bahkan sengaja merencanakan waktu liburan hanya demi ingin mendapatkan kehamilan.

Pakar kesehatan dari Rumah Sakit Pondok Indah – Puri Indah, Jakarta, bernama dr. Yassin Yanuar, SpOG, MSc, menyebutkan jika ada cukup banyak faktor yang menyebabkan pasangan tak kunjung mendapatkan keturunan. Hanya saja, jika sudah mencoba berkali-kali dan dalam satu tahun atau lebih tak juga hamil, ada baiknya pasangan memeriksakan kondisinya ke dokter untuk mengetahui apakah mengalami gangguan kesuburan atau tidak dan mendapatkan solusi agar bisa segera hamil.

Menurut dr. Yassin, ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa 85 persen pasangan yang sudah menikah akan mendapatkan kehamilan dalam 1 tahun pernikahannya. Sementara itu, 92 persen pasangan juga akan mendapatkan kehamilan dalam 2 tahun pernikahan. Jika setelah dua tahun mencoba tidak juga kunjung mendapatkan kehamilan, besar kemungkinan salah satu atau kedua belah pasangan mengalami gangguan kesuburan.