Buang Air Besar Berdarah Tidak Selalu Berbahaya

Doktersehat-buang-air-besar-berdarah
Photo Credit: Flickr.com/BrittonyLydia

DokterSehat – Banyak orang merasa khawatir saat tubuhnya mengeluarkan darah tak terkecuali ketika keluar darah saat BAB (buang air besar). Meski begitu, keluarnya darah pada dubur adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan.

Penyebab BAB berdarah dapat disebabkan oleh beberapa hal, BAB keluar darah bisa disebabkan dari hal yang sepele seperti luka kecil di anus sampai hal yang berat seperti kanker. Dari warna darah dan kencang kucurannya bisa ditentukan dari bagian mana darah itu berasal.

Jika darah yang keluar merah segar, tidak bercampur dengan tinja apalagi kucurannya kencang dapat dipastikan asalnya tidak jauh dari permukaan anus yang penyebabnya karena pembuluh darah yang pecah dan kebanyakan hal itu bersumber dari hemoroid atau wasir.

baca juga: Susah Buang Air Besar? Konsumsi 3 Jenis Buah Ini!

Lain halnya dengan perdarahan yang bermula dari usus besar di bagian pangkal, feses memiliki warna yang kehitaman. Darah kehitaman dengan bau yang sangat amis bisa diduga akibat perdarahan yang terjadi di lambung atau usus halus. Sementara itu darah juga bisa keluar setelah keluarnya satu feses yang keras.

Diagnosis yang bisa dilakukan oleh dokter  untuk mendeteksi sumber perdarahan adalah dengan metode biopsi. Biopsi adalah operasi kecil pengambilan sampel jaringan, baik secara pembedahan terbuka maupun dengan jarum.

Apa saja penyakit yang memungkinkan BAB keluar darah ini?  Tentu di samping keluhan pasien, dokter mengarahkan perkiraan ini berdasarkan data yang lain, seperti pola buang air besar sebelumnya, ada tidaknya rasa nyeri, usia, turunan dan keadaan fisik lainnya.

Tidak kurang dari 80 % kasus berak darah yang berasal dari anus pada orang dewasa berasal dari hemoroid (wasir). Beberapa hal yang meningkatkan risiko Anda terkena hemoroid:

  • Batuk terus menerus atau sering muntah.
  • Kelebihan berat badan.
  • Memiliki riwayat kesehatan keluarga yang sakit hemoroid.
  • Sering duduk dalam waktu lama.
  • Sering mengangkat benda berat secara rutin.
  • Bertambahnya usia yang membuat penopang jaringan tubuh menjadi semakin lemah.
  • Sedang hamil.
  • Sering melakukan hubungan seks melalui anus (anal intercourse).

Gejala hemoroid bisa menghilang setelah beberapa hari tanpa penanganan. Hemoroid yang muncul pada masa kehamilan akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan.

Namun, membuat perubahan gaya hidup untuk mengurangi nyeri pada pembuluh darah anus dan sekitarnya adalah sesuatu yang diharuskan. Beberapa perubahan gaya hidup di antaranya:

  • Tidak menunda untuk buang air besar. Jika mengabaikan dorongan untuk buang air besar, bisa membuat tinja keras dan kering hingga memaksa kita harus mengejan saat buang air besar.
  • Minum banyak air putih. Kurangi mengonsumsi kafein dan minuman beralkohol.
  • Penuhi asupan serat di dalam makanan lewat: buah, sayuran, beras merah atau beras cokelat, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
  • Olahraga secara teratur bisa mencegah terjadinya konstipasi, menurunkan tekanan darah, dan membantu menurunkan berat badan.
  • Menghindari obat-obatan yang menyebabkan konstipasi seperti obat pereda rasa sakit yang mengandung kodein.

Perubahan gaya hidup di atas juga bisa mengurangi risiko hemoroid untuk kambuh dan juga bisa mencegah munculnya hemoroid atau wasir. Selain itu, terdapat obat-obatan yang bisa dibeli atau diresepkan oleh dokter.

baca juga: Awas, Sering Menahan Buang Air Besar Bisa Picu Datangnya Penyakit ini

Obat ini berfungsi untuk mempermudah dalam buang air besar. Obat oles bisa langsung digunakan pada bokong Anda atau tablet yang bisa dibeli dari apotek secara bebas.

Sementara jika Anda mengalami hemoroid yang parah, operasi dengan pembiusan umum kadang dilakukan. Operasi hemoroid ini bertujuan untuk mengangkat atau menyusutkan hemoroid yang besar atau jenis eksternal.