Benjolan di Kulit Kepala Tanda Awal Munculnya Kanker Tulang Tengkorak

Photo Credit: Flickr.com/Mark Fowler
Photo Credit: Flickr.com/Mark Fowler

DokterSehat.Com – Sebuah studi menemukan bahwa dari sejumlah orang yang menderita kanker tulang, sekitar 4 % nya yang memiliki tumor di daerah tengkorak. Tumor yang ditemukan di tengkorak dapat diklasifikasikan sebagai tumor jinak dan ganas.

Selain itu, orang yang menderita kanker tulang tengkorak akan merasakan sakit yang luar biasa. Meski begitu, tumor tulang kepala adalah kasus yang jarang terjadi.

Gejala Benjolan di Kulit Kepala

Benjolan di kepala ini dapat menunjukkan berbagai gejala, seperti:

  • Pembengkakan di daerah kulit kepala.
  • Nyeri di bagian kulit kepala.
  • Sakit saraf kranial (12 pasang saraf pada manusia yang mencuat dari otak).

Perlu diketahui, kanker tulang tengkorak mungkin tidak dapat terdeteksi pada tahap awal. Namun, penderita biasanya merasakan benjolan di kulit kepala—di mana benjolan ini berkembang dari waktu ke waktu.

baca juga: Benjolan di Kulit Kepala Tanda Awal Munculnya Kanker Tulang Tengkorak

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila Anda memiliki riwayat keluarga penderita kanker tulang dan merasa adanya benjolan di kulit kepala secara mendadak. Selain itu, untuk memastikan ada tidaknya kanker, dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosa kondisi Anda. Makin cepat diketahui pengobatan kanker akan semakin mudah.

Hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab munculnya benjolan di kulit kepala ini. Namun, ada beberapa hal yang bisa memicunya, seperti pernah menjalani kemoterapi sebelumnya atau memiliki riwayat penyakit paget (terganggunya proses regenerasi tulang).

Penyebab Lain Benjolan di Kulit Kepala

Selain disebabkan oleh kanker, benjolan di kulit kepala bisa juga disebabkan oleh hal lain, di antaranya:

  • Tumor

Benjolan di kulit kepala juga bisa disebabkan karena tumor. Tumor yang tumbuh di kepala bisa bersifat jinak atau berkembang menjadi kanker. Jenis tumor yang bisa menyebabkan munculnya benjolan di kepala salah satunya adalah pilomatrixoma.

Selain muncul di kepala, bisa pula muncul di wajah dan leher. Benjolan yang biasanya muncul pada tumor pilomatrixoma umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Meski kasus seperti ini jarang terjadi, Anda tetap harus waspada bahwa tumor pilomatrixoma bisa berubah menjadi kanker.

  • Cedera

Pada umumnya saat seseorang terbentur dan mengalami cedera kepala, benjolan di kulit kepala akan muncul sebagai respon alami tubuh, akibat darah merembes dari pembuluh kapiler yang pecah di bawah kulit. Jika cedera yang dialami ringan, benjolan di kepala biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Namun pada beberapa kasus cedera, seseorang perlu untuk mendapatkan penanganan dengan segera. Apalagi pasca benturan keras terjadi, orang tersebut mengalami pingsan hingga keluarnya cairan bening dari hidung atau telinga.

  • Lipoma

Lipoma tampak seperti benjolan yang lembut, bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk di kepala. Lipoma termasuk tumor yang tidak berbahaya dan berkembang dengan lambat. Terdapat kemungkinan terasa sakit jika lipoma menekan saraf. Tumor jaringan lemak ini bisa tunggal ataupun terdiri dari beberapa benjolan, biasanya berukuran tidak lebih dari 5 cm.

  • Folikulitis

Kondisi ini terjadi karena peradangan pada folikel atau akar rambut yang dapat menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan kecil di kulit kepala. Selain itu, folikulitis dapat juga terjadi di sekitar wajah.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi pada folikel rambut ataupun iritasi bahan kimia. Benjolan di kulit kepala ini lebih cenderung dialami oleh para penderita diabetes, obesitas, ataupun yang mengalami gangguan sistem imunitas.

baca juga: Jangan Sepelekan Benjolan pada Gusi!

Perlu diketahui, seseorang yang mengalami tumor tulang kepala lebih berisiko menimbulkan kematian terutama bila terdeteksi pada tahap yang sudah terlambat. Penanganan bisa dilakukan dengan memberikan aspirin, obat untuk nyeri, radiosurgery, dan reseksi bedah.

Selain itu, pemberian obat tambahan harus sesuai persetujuan dokter. Jenis obat-obatan yang bisa diberikan tergantung pada kondisi penderita. Meskipun demikian, sebagian besar obat yang dianjurkan digunakan untuk mencegah kesakitan dan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut dari kanker.