Benarkan Kanker Prostat Bisa Dicegah Dengan Masturbasi?

DokterSehat.Com – Meskipun termasuk dalam kegiatan yang dianggap tabu dan sangat tidak etis untuk dibicarakan dan dilakukan, masturbasi termasuk cukup sering dilakukan, khususnya oleh kaum pria. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika sebagian besar pria akan melakukan masturbasi sebagai aktivitas seksual pertama yang dilakukan seumur hidupnya. Lebih dari itu, terdapat sebuah mitos yang berkembang di masyarakat dimana pria yang sering melakukan masturbasi akan bisa mencegah munculnya kanker prostat. Apakah mitos ini benar adanya?

doktersehat-tidur-resiko-stroke-dada-payudara-besar

Sebuah penelitian yang dirilis oleh New Scientist ternyata membenarkan mitos ini. Bagi pria, kegiatan masturbasi secara taratur ternyata memang menurunkan resiko terkena kanker prostat dengan sangat signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Cancer Council Victoria Melbourne, Australia-lah yang mendasari fakta ini dimana dalam penelitian terungkap bahwa zat karsinogen penyebab kanker yang banyak tertimbun pada prostat pria akan ikut keluar saat cairan sperma secara teratur dikeluarkan dengan cara masturbasi. Penelitian ini sendiri melibatkan 1.250 pria dan 1.000 pria yang mengidap kanker prostat.

Dari semua partisipan ini, pria yang cukup sering melakukan masturbasi hingga mengalami ejakulasi pada usia 20 tahunan hingga 50 tahunan akan memiliki resiko paling rendah mengalami kanker prostat. Saat seorang pria mengalami ejakulasi lebih dari lima kali dalam seminggu, resiko mendapatkan kanker prostat bahkan bisa menurun hingga sekitar 33 persen. Yang menjadi pertanyaan adalah, jika ejakulasi akan mengeluarkan zat karsinogenik bersama dengan sperma, apakah hal ini berarti pria justru akan menurunkan resiko kanker pada pasangannya saat melakukan hubungan intim?

Pakar kesehatan ternyata menganggap jika hubungan seks belum tentu akan membuat wanita meningkatkan resiko terkena kanker. Hanya saja, masih belum ada penelitian lebih lanjut akan adanya zat karsinogen yang berpotensi ikut keluar bersama dengan cairan semen saat ejakulasi. Hanya saja, pasangan suami istri tidak perlu khawatir akan hal ini karena dalam realitanya suami dan istri memang akan cenderung berbagi banyak hal setelah menikah.