Benarkah Timun Memang Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi?

DokterSehat.Com– Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007 silam menunjukkan fakta mengerikan dimana penderita tekanan darah tinggi di Indonesia ternyata mencapai 31,7 pesen populasi. Sayangnya, dari banyaknya penderita hipertensi ini, hanya 7,2 persen saja yang sadar memiliki masalah kesehatan tersebut dan hanya 0,4 persen saja yang minum obat untuk mengatasinya. Padahal, hipertensi bisa memicu datangnya penyakit lain yang berbahaya seperti penyakit jantung atau stroke.

doktersehat-lemon-ketimun-lidah-buaya

Demi mengatasi masalah tekanan darah tinggi, kebanyakan orang percaya bahwa cukup hanya dengan mengkonsumsi timun, maka kita sudah bisa menurunkan tekanan darah. Sebenarnya, apakah timun memang memiliki kemampuan tersebut?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa tidak ada satu makanan tunggal-pun yang bisa menurunkan tekanan darah. Hanya saja, jika kita menambahkan timun setiap kali makan, kita memang bisa mencegah lonjakan tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh nutrisi di dalam timun yang memungkinkan hal tersebut seperti kandungan sodium yang sangat rendah, yakni hanya 6 mg, serta jumlah kalium yang sangat tinggi, yakni 442 miligram. Padahal, kalium memang mampu melebarkan pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of Michigan, disebutkan bahwa timun yang dikonsumsi dengan kulitnya hanyalah memiliki 45 kalori. Sementara itu, 95 persen berat timun ternyata berasal dari kandungan air yang bebas kalori dan mampu menekan nafsu makan secara alami.

Alih-alih hanya mengandalkan timun, pakar kesehatan menyarankan penderita hipertensi untuk menjaga berat badan tetap ideal demi mencegah datangnya penyakit berbahaya. Selain itu, penderita hipertensi juga sebaiknya secara rutin mengkonsumsi obat demi menjaga tekanan darahnya tetap dalam kondisi yang stabil.