Benarkah Sabun Mandi Bisa Membuat Kulit Kering dan Rusak?

doktersehat-mandi

DokterSehat.Com– Untuk mendapatkan badan yang bersih dan segar, ada baiknya kita mandi dengan memakai sabun setiap hari. Namun, ada anggapan yang menyebutkan bahwa sabun sebenarnya bisa membuat kulit kering atau bahkan rusak. Lantas, apakah hal ini berarti kita tidak perlu memakainya saat mandi?

Sabun memiliki kandungan asam lemak dan hidroksida logam alkali. Dengan memakai sabun saat mandi, maka kita bisa mengangkat berbagai macam kotoran, keringat, hingga minyak alami dari kulit. Kandungan sabun yang berperan besar dalam fungsi pembersihan ini adalah surfaktan yang mampu mengendalikan campuran minyak dan air. Dengan adanya kandungan ini, maka sabun pun bisa dengan mudah dibilas dengan air.

Kandungan surfaktan memang bisa membantu pengelupasan kulit secara alami dan mengeluarkan sel-sel kulit mati sehingga akan membuat sensasi segar setelah mandi. Sayangnya, bagian terluar dari epidermis kulit bernama stratum korneum yang berfungsi sebagai pelindung alami kulit yang mencegah datangnya bakteri, racun, atau paparan buruk lainnya masuk ke dalam kulit menjadi rusak. Karena alasan inilah kita akan mengalami sensasi kulit kering setelah mandi.

Beruntung, meskipun memiliki efek samping ini, ada baiknya kita tetap memakai sabun saat mandi karena bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, khususnya dalam hal menghilangkan kuman, virus, dan jamur yang bisa memicu datangnya masalah kesehatan. Hanya saja, mengingat adanya efek samping berupa munculnya kulit kering, ada baiknya kita lebih selektif dalam memilih sabun mandi kita.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memakai sabun dengan kandungan emolien yang bisa membantu kulit terjaga kelembabannya dan tidak akan menyebabkan kulit kering. Selain itu, pastikan untuk tidak menggosok sabun pada kulit dengan keras atau membilas sabun di kulit dengan air hangat karena bisa memicu masalah kulit kering.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik