Benarkah Rahim Tipis Berpengaruh pada Peluang Hamil?

DokterSehat.Com– Kondisi kesehatan rahim sangat memengaruhi kesuburan dan peluang kehamilan pada wanita. Rahim yang sehat akan menjadi tempat berkembangnya janin yang sehat. Sedangkan kondisi rahim yang normal namun tipis, dianggap berisiko bagi kehamilan dan persalinan normal. Mengapa demikian?

doktersehat-wanita-rahim-hamil

Penyebab rahim tipis pada wanita

Banyak wanita yang sulit hamil meski telah bertahun-tahun menikah dan mencoba menjalani program hamil. Salah satu penyebabnya ternyata adalah kondisi rahim tipis. Apa yang dimaksud dengan rahim tipis?

Rahim wanita terdiri dari tiga lapisan, yaitu perimetrium atau lapisan terluar, lapisan tengah disebut miometrium, dan lapisan dalam endometrium. Lapisan endometrium ini yang menjadi ukuran apakah rahim tergolong tebal atau tipis.

Lapisan endometrium terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan basilar yang melekatkan endometrium dengan miometrium dan lapisan fungsional yang terdiri dari kelenjar dan pembuluh darah yang menebal dan menipis seiring dengan siklus menstruasi.

Ukuran endometrium yang dianggap normal adalah sekitar 8-13mm. Kondisi ini memungkinkan terjadinya implantasi dari proses kehamilan yang alami. Sedangkan ketebalan minimal embrio untuk bisa menerima implantasi dari proses kehamilan adalah 6mm. Jika endometrium memiliki ketebalan di bawah 7mm maka ini dianggap tipis dan embrio akan kesulitan untuk menempel pada dinding rahim dan akhirnya meluruh bersama darah menstruasi.

Ada beberapa penyebab rahim tipis, di antaranya adalah rendahnya hormon estrogen yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Hormon estrogen ini juga berpengaruh dalam pengembangan dan pelepasan sel telur. Selain pengaruh hormon, rahim tipis juga dapat disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke rahim, kerusakan endometrium akibat infeksi atau pengaruh obat-obatan.

Mendiagnosis rahim tipis dan penanganannya

Untuk mengetahui kondisi rahim tipis, dokter umumnya melakukan USG transvaginal untuk melihat ketebalan endometrium. Pemeriksaan darah juga kadang diperlukan untuk melihat kadar hormon estrogen. Dokter umumnya akan memberikan terapi hormon estrogen sambil mengamati perkembangan sel telur secara berkala. Pada kasus lain, dokter juga akan melakukan pemeriksaan histeroskopi, untuk melihat langsung kondisi dinding rahim.

Baca Juga:  Hamil Anak Kembar Tanpa Riwayat Keturunan Kembar, Mungkinkah?

Nah, bagi Anda yang sedang menjalani program hamil namun belum berhasil, segeralah konsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapat penanganan yang tepat.