Benarkah Racun Kalajengking Bisa Dijadikan Obat Pereda Nyeri?

DokterSehat.Com – Salah satu hewan yang memiliki racun paling ditakuti di seluruh dunia adalah racun kalajengking. Bagaimana tidak, selain bisa memicu rasa sakit yang luar biasa, racun beberapa jenis kalajengking juga diyakini mampu membuat kelumpuhan, infeksi parah, atau bahkan memicu kematian. Meskipun terlihat sangat menakutkan, banyak peneliti yang menganggap ada manfaat yang bisa didapatkan dari racun kalajengking. Salah satunya adalah Glenn King yang merupakan ahli biokimia dari University of Queensland, Australia. Berkat penelitiannya, Ia justru menemukan fakta menarik tentang racun kalajengking yang diyakini mampu menjadi obat pereda nyeri.



Sebagai informasi, racun dari kalajengking sebenarnya difungsikan untuk membela diri andai kalajengking sedang merasa terancam. Racun ini akan sangat efektif melumpuhkan hingga membunuh musuh-musuh kalajengking. King pun berusaha keras untuk mencari tahu lebih dalam tentang racun kalajengking ini dan menemukan fakta bahwa racun yang disebut neurotoksin ini ternyata memiliki sifat khas berupa kemampuan untuk menghilangkan rasa sakit.

Menurut King, andai diolah dengan benar, maka racun kalajengking ini bisa menjadi obat alternatif untuk meredakan rasa nyeri atau sakit pada tubuh manusia bagi mereka yang sudah ketergantungan obat-obatan pereda nyeri yang berbasis opioid layaknya morfin, heroin, kodein, oxycodone, hingga hydrocodone. Sebagai informasi, obat pereda nyeri berbasis opioid sudah banyak digunakan semenjak tahun 90an dan sayangnya kini justru kerap disalahgunakan menjadi narkoba yang bisa memicu overdosis hingga kematian.

Dengan adanya penemuan ini, King berharap agar dunia kesehatan pun mulai menggunakan racun kalajengking sebagai obat pereda nyeri kronis di masa depan mengingat obat ini diyakini tidak akan memicu kecanduan layaknya obat-obat pereda nyeri layaknya morfin atau heroin. Hal ini dikarenakan obat pereda nyeri dari racun kalajengking secara efektif akan menargetkan sistem saraf yang ada di luar otak untuk membuat rasa sakit yang ada pada manusia mereda.