Benarkah Orang Tua Memang Bau Tanah?

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar istilah bagi mereka yang sudah lanjut usia sebagai orang-orang yang bau tanah. Istilah ini sebenarnya sebagai candaan bagi para orang tua yang memang usianya cenderung tidak lagi panjang dan akan segera dikuburkan di dalam tanah setelah meninggal. Tak disangka, hal ini ternyata mengispirasi seorang peneliti bernama Johan Lundstrom dari Swedia untuk mencari tahu tentang bau tubuh para orang lanjut usia.

doktersehat-orangtua-lansia

Lundstrom yang memang seorang pakar saraf sensori yang berasal dari Monell Chemical Senses Center melakukan beberapa penelitian dengan cara mengambil sampel pakaian dari 44 partisipan yang berasal dari 3 kelompok. Satu kelompok berusia muda, yakni 20 hingga 30 tahun, kelompok lainnya berusia dewasa yakni 45 hingga 55 tahun, dan yang terakhir adalah para lansia dengan usia 75-95 tahun. Semua partisipan ini diminta untuk memakai baju yang telah disulam dengan kain khusus saat tidur selama 5 malam.

Setelahnya, tim peneliti pun meminta pendapat 44 responden dengan usia 20 hingga 30 tahun tentang bau dari semua pakaian. Hasilnya adalah, para responden berpendapat bahwa bau kain yang dipakai lansia, pria ataupun wanita, cenderung lebih enak jika dibandingkan dengan kain yang dipakai mereka yang lebih muda.

Menurut Lundstrom, bau ketiak para lansia ternyata cenderung netral jika dibandingkan dengan mereka yang berusia lebih muda dan digambarkan sebagai bau yang tidak menyenangkan. Hal ini ternyata disebabkan oleh perubahan hormon pada tubuh para lansia, khususnya para wanita yang sudah memasuki fase menopause. Selain itu, semakin tua seseorang, keelastisitasan kulit juga akan semakin menurun dan hal ini bisa mempengaruhi bau badan seseorang.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa meskipun dipanggil sudah bau tanah, para lansia ini sebenarnya cenderung tidak mengalami masalah bau badan.