Benarkah Oral Seks Menyebabkan Kanker Tenggorokan?

DokterSehat.Com – Pasangan suami istri terkadang ingin mendapatkan sensasi kehidupan seks yang berbeda dan menggairahkan. Untuk mewujudkan hal tersebut, banyak pasangan yang mencoba berbagai gaya dalam berhubungan intim. Salah satu variasi hubungan intim yang dianggap menarik untuk membuat kehidupan seks menjadi menarik adalah dengan melakukan oral seks. Oral seks sendiri adalah hubungan intim yang melibatkan mulut sebagai bagian dari aktivitasnya. Meskipun memberikan sensasi tersendiri, ada mitos yang berkata jika oral seks ternyata bisa memberikan dampak kesehatan tersendiri.

doktersehat-pembesaran-tonsil-kelenjar-gondok-amandel-tenggorokan-Hipotiroidisme-Kelenjar-Tiroid-Hipotiroid-Hipertiroid-mual-gangguan-kelenjar-tiroid

Salah satu mitos yang berkaitan dengan oral seks adalah bisa menyebabkan kanker tenggorokan. Apakah mitos ini benar adanya? Hal ini ternyata masih belum bisa dipastikan kebenarannya. Bahkan, Seorang pakar kesehatan dari John Hopkins School of Public Health bernama Gypsyamber D’Souza berkata bahwa oral seks hanya memiliki resiko tujuh persen menyebabkan kanker tenggorokan. Kanker tenggorokan sendiri biasanya disebabkan oleh virus HPV 16 atau human papillomavirus dan andai pasangan memiliki virus tersebut, oral seks ternyata tidak selalu memberikan resiko penularan virus ini dengan signifikan.

Jika pasangan melakukan hubungan intim dengan setia pada satu orang saja, maka resiko mendapatkan infeksi ini sangatlah rendah karena tentu pasangan tersebut telah berbagi berbagai macam infeksi atau penyakit karena hubungan intim sebelumnya. Sayangnya, jika seseorang melakukan oral seks berganti-ganti dan melakukannya dengan enam orang atau lebih, barulah resiko kanker tenggorokan bisa meningkat hingga 3 atau 4 kali lipat.

Kegiatan Yang Jauh Lebih Beresiko
Alih-alih karena oral seks, jika seseorang memiliki gaya hidup yang buruk, yakni dengan rajin merokok atau mengkonsumsi alkohol, maka resiko mendapatkan kanker tenggorokan tentu meningkat jauh. Hanya saja, perokok berat memiliki resiko terbesar untuk mendapatkan masalah kanker tenggorokan, yakni 20 kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Baca Juga:  Makan Cokelat Bisa Memicu Sariawan, Kok Bisa?