Benarkah Olahraga Lari Bisa Membuat Tubuh Lebih Tinggi?

DokterSehat.Com – Cukup banyak orang tua yang meminta anaknya rajin berolahraga agar tubuh sang anak bisa bertambah tinggi nantinya. Salah satu olahraga yang sangat direkomendasikan adalah berlari. Berlari sendiri adalah salah satu olahraga yang paling murah dan paling mudah untuk dilakukan. Cukup hanya dengan memakai baju dan sepatu olahraga yang nyaman, kita bisa berlari di mana saja. Sebenarnya, apakah berlari memang bisa membuat tubuh menjadi lebih tinggi?

doktersehat-lari-hilangkan-stres

Pakar kesehatan menyebutkan jika saat kita berlari, sistem saraf pusat pada tubuh akan melepaskan zat endorphin pada aliran darah kita. Endorphin sendiri memiliki kemampuan dalam menghilangkan rasa sakit. Sebagai informasi, saat kita melakukan aktifitas olahraga yang intens layaknya berlari, maka otot-otot akan bisa mengalami rasa sakit. Adanya endorphin inilah yang meredakan rasa sakit pada otot tersebut.

Karena jumlah endorphin di dalam tubuh meningkat dengan signifikan, kita akan merasakan sensasi euphoria saat berlari. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai runner’s high. Biasanya, kita akan membutuhkan waktu 45 menit saat berlari untuk mendapatkan sensasi runner’s high ini. Tak hanya melepaskan endorphin pada aliran darah, terdapat zat lain yang dilepaskan oleh tubuh bernama endocannabinoids. Zat inilah yang disebut-sebut mampu membuat tinggi badan kita bertambah.

Tak hanya mampu membuat tubuh lebih tinggi. Olahraga lari memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Sebagai contoh, kita bisa membakar kalori dalam jumlah yang cukup banyak, yakni sekitar 100 kalori untuk setiap 1,5 km kita berlari. Hal ini tentu akan membuat berat badan kita menurun. Tak hanya itu, berlari bisa membuat kekuatan dan kesehatan tulang tetap terjaga. Yang paling utama, berlari bisa menurunkan kadar trigliserida di dalam tubuh sehingga akan menurunkan resiko terkena penyakit jantung.