Benarkah Nutella Mengandung Bahan Penyebab Kanker?

DokterSehat.Com – Baru-baru ini pecinta kuliner di seluruh dunia dihebohkan dengan berita yang menyebutkan jika Nutella, salah satu produk cokelat dan selai yang sangat nikmat dan disukai banyak orang, memiliki kandungan yang menyebabkan kanker. Berita ini muncul karena Nutella ternyata dibuat dengan kandungan minyak sawit yang dianggap tidak baik bagi kesehatan tubuh. Sebagai informasi, pada Mei tahun 2016 silam, European Food Safety Authority menyebutkan jika minyak sawit ternyata kaya akan kandungan glycidyl fatty acid ester (GE) yang bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker, apalagi jika diproses dengan suhu yang sangat panas.



Melihat adanya pemberitaan yang merugikan namanya, Ferrero, produsen dari Nutella pun mengklarifikasi penggunaan minyak sawit pada produknya ini. Menurut perwakilan Ferrero, minyak sawit telah digunakan cukup lama dalam produk Nutella dan telah melalui riset yang mendalam agar tidak menyebabkan masalah kesehatan. Andai Nutella harus dibuat tanpa menggunakan minyak sawit ini, maka Ferrero akan mengalami langkah mundur dan terkena kerugian cukup besar.

Pakar kesehatan Taylor Wallace, PhD yang merupakan professor di bidang makanan dari George Mason University menyebutkan jika kita tidak perlu khawatir berlebihan dengan bahan makanan yang mengandung minyak sawit layaknya Nutella, selai kacang, es krim, atau bahkan roti kemasan. Menurut beliau, kandungan minyak sawit ini hanya akan memberikan resiko kesehatan dalam level yang sangat rendah. Ferrero sendiri menyebutkan jika saat membuat Nutella, mereka tidak memanaskan minyak ini dalam suhu tinggi sehingga tidak akan menimbulkan zat karsinogenik. Menurut Wallace, asalkan kita tidak mengkonsumsi satu kemasan Nutella sekaligus, maka kita tidak akan terkena masalah kesehatan.

Wallace sendiri menyebutkan jika lemak jenuh memang sebaiknya mulai dikurangi dan sebaiknya dibatasi hingga tak melebihi 10 persen kalori harian kita. Selain itu, beliau juga menyoroti gaya hidup buruk dari banyak orang yang kurang olahraga dan tidak menerapkan pola makan sehat yang jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan efek samping dari minyak sawit.