Benarkah Mitos Topi Membuat Pria Lebih Mudah Mengalami Kebotakan?

DokterSehat.Com – Tak seperti kaum hawa yang menggunakan make-up untuk membuat penampilannya menjadi lebih cantik, pria cenderung lebih fokus pada pakaian atau berbagai benda lain yang dikenakan pada tubuhnya. Selain baju yang keren, banyak pria yang juga memakai topi sebagai aksesoris tambahan. Sayangnya, banyak orang yang khawatir dengan penggunaan topi ini karena dianggap bisa memicu kebotakan. Apakah hal ini benar adanya secara medis?

doktersehat-rambut-rontok-botak-kebotakan-alopecia

Pakar kesehatan ternyata menyebutkan jika mitos yang menganggap topi sebagai salah satu pemicu kebotakan pada pria sebagai sesuatu yang tidak benar. Bukan karena topi, pemicu kebotakan pada pria ternyata adalah masalah pada hormon. Rambut ternyata juga memiliki kandungan hormon dihydrotestosterone atau yang kerap disebut sebagai DHT. Produksi DHT ini sangat ditentukan oleh gen dan hormon inilah yang akan membuat pria bisa mengalami kebotakan.

Lantas, mengapa banyak pria yang percaya jika topi bisa membuat kebotakan? Ada kemungkinan kondisi kesehatan yang disebut sebagai alopecia traksi yang membuat pria mengalami masalah penipisan rambut ini. Pakar kesehatan menyebutkan jika alopecia traksi terjadi karena adanya tekanan yang tidak konsisten pada rambut sehingga membuatnya menjadi lebih tipis. Sebagai contoh, andai kita mengikat rambut dengan model ekor kuda dengan cukup ketat, kebiasaan menjepit rambut, atau terlalu sering menggunakan helm atau topi yang terlalu ketat dalam waktu lama. Kebiasaan ini ternyata mampu membuat kerusakan pada folikel rambut sehingga memicu jaringan parut pada kulit kepala dan pada akhirnya membuat rambut tak lagi bisa tumbuh pada bagian kulit kepala tersebut.

Selain karena kondisi kesehatan tersebut, kondisi lainnya layaknya gizi buruk, adanya infeksi, kehamilan, trauma, atau konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa memicu kebotakan.