Benarkah Mitos Makan Timun Bisa Menyebabkan Keputihan?

DokterSehat.Com– Terdapat sebuah mitos yang dipercaya oleh sebagian masyarakat yang menyebutkan jika makan timun bisa menyebabkan keputihan. Hal ini tentu membuat banyak kaum hawa yang menghindari salah satu jenis sayuran ini. Padahal, sebagaimana kita ketahui, timun memiliki cukup banyak manfaat kesehatan. Apakah mitos ini memang benar adanya?

doktersehat-wanita-vagina-celana-dalam-Herpes-Genital-infeksi-menular-seksual

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa mitos bahwa makan timun bisa menyebabkan masalah keputihan pada wanita ternyata tidak benar adanya. Sebagai informasi, keputihan terjadi saat organ vital wanita memproduksi cairan dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Biasanya, keputihan ini termasuk dalam hal yang wajar terjadi karena dipengaruhi oleh perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Keputihan yang normal sendiri bisa diketahui dengan tanda layaknya keluarnya cairan dengan warna yang jernih, jumlah yang tidak terlalu banyak, serta tidak menimbulkan bau tidak sedap. Biasanya, keputihan yang normal ini terjadi menjelang awal masa subur. Meskipun terkadang membuat tidak nyaman, keputihan ini justru dianggap sebagai hal yang baik dalam menjaga kesehatan organ vital wanita dan mencegah datangnya masalah vagina kering atau infeksi vagina.

Hanya saja, sebagian wanita mengalami masalah keputihan yang tidak normal yang ditandai dengan cairan yang berwarna kekuningan atau kehijauan, adanya darah pada cairan tersebut, hingga munculnya bau amis yang menyengat, rasa gatal pada sekitar vagina, hingga gatal-gatal pada perut bagian bawah. Pakar kesehatan menyebutkan jika masalah keputihan ini kerap kali disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, hingga parasit. Hal ini berarti, timun sama sekali tidak ada kaitan dengan datangnya masalah keputihan ini.

Pakar kesehatan sendiri menyarankan siapa saja, termasuk kaum hawa, untuk mengkonsumsi timun mengingat salah satu jenis sayuran yang kerap dijadikan lalapan ini kaya akan vitamin C, serat, vitamin K, dan kandungan air yang baik bagi kesehatan kulit, saluran pencernaan, dan tulang.