Benarkah Mitos Bayi Tidak Dibedong Kakinya Akan Bengkok?

bayi-baru-lahir-doktersehat
Photo Credit: Adam McGuffie

DokterSehat.Com– Sebagian besar orang tua yang baru saja memiliki bayi terbiasa membedong buah hatinya hingga cukup kencang. Tujuan dari membedong bayi ini adalah agar bayi berada dalam kondisi hangat karena terbungkus kain sekaligus mencegah kakinya bengkok. Sebenarnya, apakah memang membedong bayi memang benar-benar bisa memberikan manfaat kesehatan ini?

Kebiasaan membedong bayi ini biasanya dilakukan sejak bayi baru saja dilahirkan hingga usianya mencapai 2-3 bulan. Saat bayi sudah mulai belajar tengkurap, maka bayi pun sudah tidak lagi dibedong. Pakar kesehatan anak bernama dr. Miza Dito Afrizal, Sp.A, BMedSci, MKes, menyebutkan bahwa membedong bayi memang bisa membuat tubuh anak menjadi lebih hangat dan nyaman. Namun, untuk mitos yang menyebutkan bahwa hal ini bisa mencegah kaki bengkok ternyata sama sekali tidak benar.

Saat bayi dibedong dengan kencang, maka tubuhnya akan sangat sulit untuk digerakkan sehingga bayi sebenarnya merasa kurang nyaman. Bahkan, dalam banyak kasus, orang tua bisa sampai mengikat kaki bayi agar tidak banyak bergerak atau kakinya tetap lurus. Padahal, menurut dr. Miza, kaki yang diluruskan hingga kaku justru kurang baik bagi bayi. Kaki mereka sebaiknya dibiarkan bebas dan tidak kaku. Kondisi ini sama sekali tidak akan menyebabkan masalah kaki bengkok.

Dr. Miza juga mengingatkan adanya risiko bayi terkena dysplasia jika bayi dibedong dengan terlalu kencang. Sebagai informasi, dysplasia adalah kondisi dimana persendian tulang pinggul atau paha bayi terlepas dari posisinya. Tak hanya membuat bayi harus mendapatkan penanganan medis yang serius, kondisi ini juga akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi dengan signifikan.

Melihat adanya fakta ini, jangan sembarangan dalam membedong bayi, atau justru melakukannya dengan terlalu kencang, ya?