Benarkah Merokok Bisa Membuat Kurus?

DokterSehat.Com– Ada beberapa orang yang menyebutkan bahwa merokok bisa membuat badan menjadi lebih kurus. Apakah hal ini benar adanya?

doktersehat-merokok-wanita

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa berat badan tubuh dipengaruhi oleh keseimbangan asupan kalori dan juga energi yang dipakai untuk beraktifitas. Jika kedua hal ini berada dalam kondisi seimbang, maka kita pun bisa menjaga berat badan tetap ideal. Yang menarik adalah, merokok ternyata bisa mempengaruhi berat badan kita menjadi lebih rendah dengan cara menurunkan nafsu makan dengan signifikan.

Fakta ini didapatkan dari penelitian yang diungkapkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa cukup banyak perokok yang memilih untuk menghisap asap rokok alih-alih ngemil atau makan. Alhasil, jumlah kalori yang mereka dapatkan dalam sehari juga tidak sebanyak yang didapatkan mereka yang tidak merokok. Hanya saja, ada sebagian perokok yang cenderung tetap memiliki selera makan yang besar sehingga tetap saja badannya tidak mudah kurus.

Tak hanya mempengaruhi kebiasaan ngemil, pakar kesehatan menyebutkan bahwa kandungan nikotin dalam rokok bisa memberikan pengaruh buruk bagi keseimbangan hormon di dalam tubuh. Kacaunya hormon ini bisa membuat nafsu makan para perokok menurun. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa indeks massa tubuh para perokok cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Hanya saja, meskipun bisa membuat kita mendapatkan berat badan yang lebih rendah, pakar kesehatan menyebutkan dampak kesehatan yang didapatkan dari rokok jauh lebih berbahaya sehingga sebaiknya memang kita tidak melakukan kebiasaan buruk ini.

Tak hanya memicu berbagai masalah kesehatan yang serius seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan lain sebagainya, pakar kesehatan menyebutkan bahwa merokok bisa berpengaruh buruk bagi indera pengecap yang ada di dalam mulut. Alhasil, kita pun tidak akan bisa merasakan kenikmatan makanan dan minuman dengan baik. Yang menjadi masalah adalah, kondisi ini justru bisa membuat kita memasukkan lebih banyak gula atau garam pada makanan dan minuman agar bisa lebih terasa. Padahal, mengkonsumsi gula atau garam dengan berlebihan bisa memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya.