Benarkah Makan Setelah Jam 7 Malam Memicu Kegemukan?

DokterSehat.Com – Ada sebuah mitos yang berkembang di masyarakat dimana makan malam setelah jam 7 malam adalah penyebab utama dari masalah kenaikan berat badan. Mereka yang sedang melakukan program diet pun sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan untuk makan setelah jam tersebut. yang menjadi pertanyaan adalah, apakah mitos tentang jam makan malam ini benar adanya?

doktersehat-perut-diet-buncit-belly-jamu-galian-singset

Pakar gizi Theresa Kinsella, R.D, menyebutkan jika mitos ini ternyata tidak benar adanya. Dalam dunia kesehatan, ternyata tidak ada patokan yang benar-benar pas tentang kapan kita harus mengkonsumsi makanan atau kapan kita harus berhenti makan. Alih-alih berpikir tentang jam makan, kita justru harus lebih baik dalam memperhatikan isyarat dari tubuh kita, baik itu saat lapar atau saat sudah merasa kenyang. Theresa menyebutkan jika jam kita makan sebenarnya tidak terlalu penting untuk dipikirkan. Beliau justru lebih menekankan pola makan yang benar yang akan berpengaruh lebih besar bagi berat badan tubuh kita. Sebagai contoh, bisa saja kita berhenti makan sebelum jam 7 malam, namun, jika kita seharian banyak mengkonsumsi camilan tidak sehat di jeda antar waktu makan, tentu hal ini akan tetap berpengaruh pada berat badan kita, bukan?

Pakar nutrisi lainnya, Marci Evans, menyebutkan jika sistem metabolisme tubuh terus bekerja tanpa berhenti sehingga kita harus lebih memperhatikan pola makan yang sehat saja. Beliau menyebutkan jika kadangkala kita sangat sibuk dan baru sempat makan pada jam 9 atau 10 malam. Apakah karena hanya karena ingin menjaga berat badan kemudian kita tidak makan? Tentu akan lebih baik jika kita mengisi perut kita agar rasa lapar segera menghilang, bukan?

Memang, ada baiknya kita tidak mengkonsumsi makanan dekat dengan jam tidur karena memang mampu mengganggu saluran pencernaan dan menyebabkan naiknya asam lambung. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kualitas tidur kita.