Benarkah Kerap Makan Kulit Ayam Bisa Membuat Gendut?

DokterSehat.Com – Ada sebuah hal yang dipercaya oleh mereka yang sedang menjalani program diet untuk menurunkan berat badan, yakni menghindari daging ayam yang memiliki kulit karena menganggap kulit ayam dianggap bisa membuat kita mengkonsumsi lemak lebih banyak dan akhirnya memicu kenaikan berat badan. Apakah hal ini benar adanya?



Pakar kesehatan menyebutkan bahwa mengkonsumsi daging dada ayam yang tidak memiliki kulit memang termasuk dalam pilihan yang sehat mengingat kulit ayam memang memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Hanya saja, mengkonsumsi daging ayam tanpa kulit ternyata bisa membuat kita bosan dan membuat kita kesulitan saat memasaknya mengingat daging bisa jadi sangat kering setelah diolah.

Laman kesehatan Livestrong baru-baru ini menyarankan mereka yang sedang menjalani program diet untuk tidak perlu membuang kulit dari daging ayam. Menurut laman ini, perbedaan kalori dari daging ayam tanpa kulit dan daging ayam yang masih memiliki kulit hanya 50 kalori saja. Tak hanya itu, memasak daging ayam yang masih memiliki kulit ternyata justru bisa membantu daging terlindungi dari serapan minyak jika suhu memasaknya lebih dari 350 derajat.

Psaat memasak dengan suhu yang tinggi ini, panas akan menarik kelembaban pada daging menuju kulit dan akhirnya membentuk lapisan kerak. Lapisan kerak inilah yang membuat minyak tidak meresap pada kulit atau daging ayam. Setelahnya, ayam bisa dikeringkan pada kertas minyak sehingga kita pun bisa menurunkan kandungan minyak tambahan dari kulitnya.

Dengan adanya fakta ini, anggapan bahwa makan kulit ayam bisa membuat gendut ternyata tidak tepat adanya. Hanya saja, hal ini juga bergantung pada cara kita mengolah daging ayam dan seberapa banyak kita mengkonsumsi kulit ayam. Selain itu, jika kita mengkonsumsi daging ayam yang digoreng dengan tepung, tetap saja kita bisa menambah berat badan kita karena makanan ini biasanya memang kaya akan kandungan kalori.