Benarkah Jarum Suntik di Kursi Bioskop Bisa Menularkan HIV?

DokterSehat.Com – Bioskop adalah salah satu tempat yang cukup banyak digemari oleh anak muda sebagai tempat untuk menghabiskan waktu, khususnya di akhir pekan. Di tempat ini, mereka bisa menikmati film yang menarik. Sayangnya, cukup banyak orang yang mengalami ketakutan saat duduk di kursi bioskop karena adanya mitos yang menyebutkan bahwa di kursi bioskop bisa saja ada jarum suntik yang jika tak sengaja tertancap pada tubuh kita, maka kita akan tertular penyakit HIV. Apakah memang hal ini memang benar adanya?

doktersehat-hiv-aids-antibodi-obat

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa penularan HIV bisa disebabkan oleh kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang sudah memiiki HIV. Cairan ini bisa berupa darah, sperma, cairan vagina, atau bahkan ASI. Dalam beberapa kasus, penularan HIV terjadi karena transfusi darah, hubungan intim, penggunaan jarum suntik untuk narkoba secara bergantian, dan lain sebagainya. Namun, kasus dimana tanpa sengaja tertusuk jarum suntik di kursi bioskop masih belum diketahui apakah benar-benar ada atau tidak.

Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa rasio seseorang untuk tertular HIV andai secara tidak sengaja tertusuk jarum suntik hanyalah 0,3 persen atau hanya 1 dari 300 kasus. Hal ini berarti, 99.8 persen kasus tak sengaja tertusuk jarum suntik tidak akan menyebabkan infeksi dari virus HIV.

Selain itu, resiko penularan andai kita terpapar atau terciprat darah penderita HIV di kulit ternyata hanyalah 0,1 persen saja. Hal ini disebabkan oleh fakta dimana virus HIV ternyata tidak mampu bertahan lama andai berada di luar tubuh manusia dan cenderung sangat sensitif dengan perubahan pH.

Melihat adanya fakta ini, kita sepertinya tidak terlalu khawatir dengan mitos adanya jarum suntik pada kursi bioskop. Hanya saja, demi keamanan, ada baiknya kita tetap selalu mengecek kursi yang akan kita duduki terlebih dahulu. Andai memang benar-benar ada jarum atau benda tajam lainnya yang tak sengaja menusuk kita, segera cucilah bagian yang terkena jarum ini dengan sabun, air mengalir, atau cairan disinfektan.