Benarkah Gula Tidak Bermanfaat Bagi Kesehatan Anak?

DokterSehat.Com– Meskipun bisa membuat makanan atau minuman terasa lebih manis sehingga lebih enak, dalam realitanya banyak orang yang menganggap gula sebagai bahan makanan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Sebagai contoh, gula dianggap mampu meningkatkan resiko terkena obesitas atau diabetes. Bahkan, bagi anak-anak, gula yang mudah ditemukan dalam kue, biskuit, atau permen ini bisa memicu masalah kesehatan gigi. Apakah sebenarnya gula memang tidak bermanfaat bagi kesehatan anak?

doktersehat-gula-manis-cokelat-food-craving

Pakar kesehatan Dr. dr. Saptawati Bardosino, M.Sc yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyebutkan bahwa dibalik berbagai dampak kesehatan yang tidak sehat, gula ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan anak. Sebagai contoh, kandungan gula inilah yang menjadi bahan bakar bagi perkembangan otak anak, khususnya saat usia mereka baru 3 hingga 6 tahun.

Hanya saja, ada baiknya memang orang tua tidak memberikan gula dalam jumlah yang berlebihan dan lebih memilih gula berjenis karbohidrat kompleks. Jika gula yang diberikan pada anak adalah gula sederhana seperti monosakarida yang kita kenal sebagai gula pasir, maka otak anak akan menjadi lebih senang dan tidak akan puas dengan rasa manis pada gula tersebut. Alhasil, anak pun bisa ketagihan gula dan akhirnya mengkonsumsinya dengan berlebihan. Jika hal ini terjadi, maka kadar gula dalam darah bisa meningkat dan memicu masalah kesehatan yang berbahaya.

Beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang lebih direkomendasikan adalah oatmeal, beras merah, kentang, buah pisang, jagung, alpukat, dan kedelai. Sementara itu, makanan yang memiliki kandungan karbohidrat sederhana yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan oleh anak adalah kue kering, donat, permen, dan juga mie instan. Selain itu, ada baiknya kita tidak terlalu sering memberikan minuman manis seperti sirup dan tidak menambahkan gula pada susu anak.