Benarkah Gula Menjadi Penyebab Anak Hiperaktif?

DokterSehat.Com – Terdapat sebuah mitos yang cukup meresahkan banyak orang tua dimana anak yang cenderung suka dengan makanan yang manis-manis akan menjadi anak yang hiperaktif. Padahal, banyak orang tua yang memberikan makanan manis kepada anak sebagai tanda kasih sayang atau bahkan hadiah jika anak berhasil melakukan tugas atau karena alasan lainnya. Apakah mitos ini benar adanya?

doktersehat-gula-manis-cokelat-food-craving

Sebuah laporan penelitian yang dirilis oleh Center for Science in the Public Interest dari Amerika Serikat justru menyebutkan fakta yang berkebalikan dengan hal ini. Laporan yang melibatkan produsen makanan, pakar kesehatan, dan badan kesehatan pemerintah Amerika Serikat ini menunjukkan bahwa tidak ada kaitan sama sekali antara pola makan sehari-hari anak-anak dengan perilakunya. Para produsen makanan yang terlibat dalam penelitian ini pun berkata jika konsumsi gula sama sekali tidak berhubungan dengan perilaku hiperaktif pada anak.

Telah banyak penelitian lain yang juga dilakukan dalam 10 tahun terakhir untuk mengetahui apakah kandungan gula memang bisa memberikan dampak buruk bagi perilaku anak atau tidak. Berbagai hasil penelitian tersebut bisa dilihat pada Journal of American Medical Association dan ternyata juga tetap menunjukkan bahwa gula dan pola makan ternyata tidak memberikan dampak pada perilaku anak. Hanya saja, beberapa pakar kesehatan juga melaporkan adanya efek meskipun relatif sangat kecil pada perilaku anak-anak yang mengkonsumsi makanan yang cenderung manis.

Dengan adanya berbagai hasil penelitian tersebut, maka orang tua pun kini tidak perlu terlalu khawatir lagi akan perilaku anak meskipun sang anak cenderung menyukai makanan manis. Hanya saja, melihat banyaknya efek negatif kandungan gula bagi fisik tubuh, dimana kandungan gula bisa menjadi penyebab obesitas atau bahkan masalah diabetes, maka orang tua tentu harus membatasi asupan makanan bergula untuk mengurangi resiko terkena penyakit-penyakit berbahaya tersebut.