Benarkah Cat Rambut Bisa Meningkatkan Resiko Kanker?

DokterSehat.Com – Salah satu cara agar kita bisa mendapatkan penampilan yang modis dan trendi adalah dengan memakai cat rambut. Dengan memakainya, rambut tentu akan memiliki warna yang lebih cantik sehingga bisa membuat kepercayaan diri kita bertambah. Sayangnya, mengingat cat rambut memiliki bahan kimia, maka banyak orang yang menganggap penggunaan cat rambut ini bisa meningkatkan resiko kesehatan. Sebagai contoh, ada anggapan bahwa penggunaan cat rambut tidak baik bagi ibu hamil. Selain itu, kerap berganti cat rambut juga bisa memicu resiko kanker otak. Apakah hal ini benar adanya?

doktersehat-rambut-rol-hairdryer

Pakar kesehatan dari RS Kanker Dharmais bernama dr. Rozaenah, MM, berkata jika sejauh ini, belum ada data pasti yang menunjukkan bahwa cat rambut bisa memicu kanker otak. Namun, ada kemungkinan bahan pewarna rambut ini memang memicu kanker. Menurut beliau, ada kemungkinan bahan kimia yang ada dalam pewarna rambut mencapai kulit kepala atau bahkan terserap di dalamnya. Meskipun begitu, kebanyakan pewarna rambut hanya akan berfungsi pada bagian luar kepala sehingga hanya sedikit kemungkinan untuk terserap hingga ke dalam kulit kepala.

Pakar kesehatan lainnya dari Yale School of Medicine bernama Tongzhang Zheng, berkata bahwa jika seorang wanita rutin mewarnai rambutnya selama 24 tahun atau lebih, maka Ia pun akan meningkatkan resiko terkena kanker limfoma-non-hodgkin dengan signifikan. Zheng yang merupakan professor epidemiologi dan kesehatan lingkungan pun menyarankan kaum hawa untuk berhati-hati dalam menggunakan pewarna rambut ini.

Jika kita memang ingin menggunakan cat pewarna rambut untuk membuat penampilan rambut menjadi lebih menarik, pastikan bahwa bahan pewarna rambut ini aman digunakan dan tidak menimbulkan reaksi alergi atau berbagai macam penyakit. Selain itu, pastikan bahwa bahan pewarna rambut ini tidak bisa diserap ke dalam kulit kepala.