Benarkah Boneka Barbie Tidak Baik Untuk Perkembangan Anak?

DokterSehat.Com – Banyak anak kecil, khususnya yang berjenis kelamin perempuan, yang suka memainkan boneka Barbie. Dengan memainkan boneka yang dibuat mirip dengan manusia ini, anak-anak bisa berimajinasi dan melakukan kreatifitas dalam mendandani boneka atau memposisikan boneka layaknya berada dalam aktifitas tertentu. Sayangnya, baru-baru ini pakar kesehatan ternyata menyebutkan jika boneka Barbie bisa memberian dampak buruk bagi perkembangan anak. Tak hanya membuat anak menjadi lupa waktu, boneka ini juga bisa membuat anak terobsesi dengan kecantikan dan bentuk tubuhnya.

doktersehat-anak-bermain-barbie

Marika Tiggemann, pakar kesehatan dari Australia, meminta orang tua di Negeri Kangguru tersebut untuk tak lagi memberikan boneka Barbie pada anak perempuan. Himbauan ini didasari oleh hasil penelitian yang dilakukan pada 160 anak di Australia. Penelitian ini sendiri menghasilkan fakta jika anak-anak berusia 5 hingga 8 tahun yang kerap memainkannya akhirnya terobsesi untuk memiliki wajah cantik dan bentuk badan sangat langsing ala boneka Barbie ini.

Meskipun bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk menjaga berat badan tetap ideal, dalam realitanya banyak anak yang akhirnya mengalami gangguan makan berupa takut untuk mengkonsumsi makanan demi mendapatkan tubuh langsing ala Barbie. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangatlah membutuhkan asupan makanan yang cukup dan bergizi sehari-hari.

Menurut Tiggemann, gara-gara memainkan boneka Barbie, pikiran anak justru menjadi sangat mementingkan penampilan. Bentuk tubuh yang kurus akan menjadi idaman dan tubuh yang berisi akan dianggap tidak baik. Memang, anak-anak sebaiknya menjaga berat badan tetap ideal agar tidak mengalami masalah kegemukan. Namun, gara-gara pola pikir ini, banyak dari mereka yang akhirnya kekurangan asupan gizi yang cukup setiap harinya gara-gara takut makan.

Baca Juga:  Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Anak Mendapatkan ASI Hingga Usia 2 tahun

Pihak produsen boneka Barbie sendiri menolak hasil penelitian ini dan menyebutkan jika produk boneka mereka memiliki banyak variasi bentuk tubuh sehingga dianggap aman bagi perkembangan anak.