Benarkah Bintitan atau Timbilan Muncul karena Suka Mengintip?

DokterSehat.Com – Saat kita masih anak-anak, orang tua kita sering mengatakan “Jangan suka mengintip, nanti bisa bintitan (timbilan).” Benarkah demikian? Tentu saja tidak. Bintitan, atau ada juga yang menyebutnya timbilan, sama sekali tidak berhubungan dengan kebiasaan mengintip. Lalu, sebenarnya apa itu bintitan (timbilan)?

doktersehat-mata-merah-kurang-vitamin-C-bakteri-glaukoma-Eksoftalmus

Bintitan, atau dalam bahasa kedokteran disebut hordeolum, yaitu adanya benjolan seperti jerawat atau bisul yang muncul di kelopak mata atas ataupun bawah. Benjolan tersebut merupakan bentuk dari suatu peradangan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran kelenjar minyak kelopak mata dan infeksi bakteri Staphylococcus, dimana normalnya bakteri tersebut hidup di permukaan kulit dan tidak menimbulkan masalah apapun. Bakteri-bakteri yang sebenarnya tidak jahat tersebut dapat ikut terjebak bersamaan dengan sel-sel kulit mati di tepi kelopak mata dan menyebabkan peradangan. Hordeolum biasanya timbul di permukaan kulit dan dapat terlihat jelas dengan mata telanjang. Namun, kadang-kadang juga terjadi di bagian dalam kelopak mata sehingga sulit untuk dilihat.

Hordeolum yang timbul di permukaan kulit, disebut hordeolum eksternum, berawal dari benjolan kecil seperti bisul atau jerawat di dekat bulu mata. Benjolan tersebut kemudian membesar, berubah warna menjadi kemerahan, dan terasa nyeri selama beberapa hari sampai akhirnya pecah lalu mulai terjadi proses penyembuhan. Hordeolum eksternum ini biasanya hanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat (beberapa hari saja) dan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun. Namun, ada juga yang memerlukan perawatan oleh dokter.

Hordeolum yang berada di sisi dalam kelopak mata, disebut hordeolum internum, juga menimbulkan benjolan kemerahan yang terasa nyeri, tetapi lokasinya sulit dilihat dari permukaan kelopak mata. Hordeolum internum dapat sembuh sempurna setelah infeksinya sembuh, atau dapat juga meninggalkan sisa berupa kista kecil berisi cairan dimana perlu dilakukan tindakan bedah minor untuk mengeluarkan cairan tersebut.

Jika sumbatan kelenjar minyak kelopak mata pada hordeolum tidak dapat teratasi, akan terbentuk jaringan parut di sekitar kelenjar yang membengkak tersebut. Saat itu terjadi, benjolan tersebut sudah tidak terasa nyeri atau nyeri sudah berkurang, tetapi benjolannya tetap ada. Benjolan tersebut disebut dengan kalazion.

Hordeolum dan kalazion biasanya tidak berbahaya dan jarang mempengaruhi bola mata atau fungsi penglihatan, tetapi pada kasus-kasus tertentu yang jarang terjadi, kedua kondisi ini dapat berujung pada infeksi berat di daerah wajah, yang disebut selulitis. Selulitits ini dapat berbahaya. Hordeolum dapat terjadi pada usia berapapun dan cenderung berulang dari waktu ke waktu.

Baca Juga:  Mengapa Kaki Terasa Sakit Setelah Duduk Atau Berdiri Dalam Waktu yang Lama?

Apa yang harus dilakukan?

Sebagian besar kasus hordeolum dapat diatasi di rumah.

  • Lakukan kompres hangat selama 5-10 menit, 3-6 kali sehari. Hal ini dapat membantu mempercepat penyembuhan dan membantu membersihkan kotoran yang menyumbat saluran kelenjar minyak.
  • Boleh juga menggunakan salep atau obat-obat topikal (dipakai di permukaan kulit) lainnya yang dijual secara bebas di pasaran.
  • Biarkan hordeolum tersebut pecah dengan sendirinya. Jangan memencet untuk memaksa isinya keluar. Dan jangan mencoba mengiris untuk mengeluarkan isinya.
  • Untuk sementara waktu, selama masih ada hordeolum, sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak atau mengenakan make up di sekitar mata (misalnya eyeliner, eyeshadow, maskara, dan sebagainya).

Hordeolum seharusnya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari sampai satu minggu. Jika hordeolum tidak terasa lebih baik meskipun telah dilakukan perawatan di rumah, hubungi dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat-obat tambahan yang sesuai. Dokter juga mungkin perlu melakukan tindakan bedah minor untuk mengeluarkan kotoran yang menyumbat saluran kelenjar minyak kelopak mata, tetapi jangan pernah mencoba untuk melakukannya sendiri di rumah, hanya boleh oleh dokter atau tenaga kesehatan lain.

 

Bagaimana cara pencegahannya?

  • Jangan terlalu sering mengucek mata, karena dapat menyebabkan iritasi dan tanpa sengaja mendorong bakteri dari kulit masuk ke mata.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh mata.
  • Lindungi mata dari polusi udara, misalnya dengan mengenakan kacamata.
  • Ganti alat make up, minimal 6 bulan sekali karena bakteri bisa tumbuh di alat make up yang sudah lama.
  • Jika sering mengalami hordeolum berulang kali, cuci kelopak mata secara teratur dengan sampo bayi yang dilarutkan dalam air hangat (samponya sedikit saja).
  • Jika muncul tanda-tanda radang di kelopak mata (misalnya bengkak, kemerahan, nyeri, atau kelopak mata sulit dibuka), segera obati.

 

 

 

Sumber:

WebMD Medical Reference