Benarkah Berat Badan Bisa Menentukan Kualitas Sperma?

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan jika andai pria tidak berhati-hati dalam menjaga kesehatannya, maka Ia pun akan mengalami masalah dalam kesuburannya. Bagi kaum pria, masalah kesuburan biasanya berupa menurunnya kuantitas dan kualitas sperma dan hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Sebagai contoh, pria memiliki hobi merokok atau kerap meletakkan laptop di atas pahanya. Selain itu, ada faktor lain yang kerap disepelekan oleh pria namun bisa mempengaruhi kualitas sperma, yakni masalah kelebihan berat badan atau obesitas.

doktersehat-gemuk-gendut-obesitas

Pakar kesehatan mendefinisikan seseorang terkena masalah berat badan andai indeks massa tubuh atau BMI nya melampaui angka 30. Padahal, andai pria memiliki indeks massa tubuh lebih dari 25 saja, maka Ia sudah memiliki resiko besar terkena penurunan jumlah sperma dan kualitas sperma. Sebagai informasi, menurunnya kualitas sperma pria bisa dilihat dari bentuk atau kemampuan berenang dari sperma.

Saat seorang pria mengalami kegemukan, maka di dalam tubuhnya akan mudah ditemukan lemak dan kolesterol dalam jumlah yang banyak. Hal ini biasanya diiringi dengan semakin lambatnya sistem metabolisme tubuh. Padahal, sistem metabolisme tubuh yang lambat akan berimbas langsung pada penurunan kualitas sperma yang tentu akan mempengaruhi kesuburan pria.

Sayangnya, sebagian pakar kesehatan ternyata masih meragukan adanya kaitan antara indeks massa tubuh dengan kualitas sperma pria. Jurnal Human Reproduction menyebutkan jika tidak ada perbedaan kualitas sperma antara pria dengan masalah berat badan atau yang memiliki kadar BMI normal. Menurut para pakar kesehatan, kadar BMI bisa dipengaruhi oleh masa otot. Padahal, masa otot pria bisa saja melebihi massa lemak sehingga akan ikut menambah berat badan.

Satu hal yang pasti, tanpa mengukur kadar BMI, pakar kesehatan sepakat bahwa obesitas memang mampu mempengaruhi kualitas sperma. Hal ini dikarenakan obesitas bisa memicu berbagai penyakit berbahaya layaknya masalah kardiovaskular, diabetes, penyakit hati, hingga stroke yang berpengaruh besar pada kesuburan pria.