Benarkah Bayi Yang Lahir Prematur Beresiko Terkena Osteoporosis Saat Dewasa Nantinya?

DokterSehat.Com – Salah satu masalah kehamilan yang sangat tidak diinginkan oleh ibu hamil adalah kelahiran prematur. Banyak orang yang berpikir jika bayi yang lahir secara prematur belum benar-benar tumbuh dengan sempurna jika dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan normal. Hal ini tentu bisa saja berimbas pada kondisi kesehatan sang buah hati. Belakangan ini, pakar kesehatan melakukan sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegian University of Science and Technology. Hasil dari penelitian ini memberikan fakta yang sangat mengejutkan dimana bayi yang terlahir prematur ternyata memiliki resiko besar mengalami masalah osteoporosis begitu Ia dewasa nantinya.

doktersehat-sifilis-kongenital-bayi-Harlequin-Ichthyosis-mikrosefali

Penelitian ini sendiri dilakukan pada dua orang kelompok orang dewasa dimana salah satu kelompok mengaku jika mereka terlahir dengan prematur dan kelompok lainnya adalah mereka yang lahir dengan normal. Para peneliti pun mengecek kepadatan mineral pada tulang-tulang kedua kelompok ini, khususnya pada tulang belakang, leher, atau pinggul.

Pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini menyebutkan jika kekuatan tulang pada bayi yang terlahir prematur tidak sebaik tulang pada bayi yang lahir secara normal. Bagaimana tidak, bayi yang lahir dengan prematur akan cenderung memiliki bobot yang sangat ringan. Selain itu, meskipun banyak bayi yang lahir dengan prematur sudah memiliki organ tubuh atau anggota tubuh yang lengkap, minggu-minggu terakhir kehamilan normal adalah waktu yang paling utama adanya proses transfer kalsium dari ibu ke janinnya. Hal ini berarti, bayi yang lahir prematur tidak menikmati proses transfer kalsium ini dan berimbas besar pada kesehatan tulangnya.

Karena alasan inilah, pakar kesehatan menyerukan ibu hamil untuk selalu berhati-hati dan menjaga gaya hidup sehat selama kehamilannya demi mencegah kelahiran bayi prematur. Menjelang masa persalinan, ibu hamil juga sebaiknya mulai banyak mengkonsumsi makanan kaya vitamin D, kasium, dan juga protein yang bisa memastikan proses transfer kalsium yang dibutuhkan oleh bayi bisa berlangsung dengan baik.