Belum Punya Keturunan? Mengapa Tidak Mencoba Program Bayi Tabung?

DokterSehat.Com – Di beberapa negara barat dan bahkan Asia Timur, kini kita akan dengan mudah menemukan orang yang memutuskan untuk tidak menikah maupun tidak memiliki keturunan. Hal ini tentu saja sangat kontras dengan keadaan di Indonesia dimana secara umum masyarakat masih memiliki keinginan yang besar untuk mendapatkan keturunan setelah menikah. Hal ini membuat banyak pasangan yang tak kunjung dikaruniai keturunan menjadi cemas dan khawatir jika mereka ternyata memiliki masalah kesuburan. Jika anda adalah termasuk dalam pasangan yang tidak dikaruniai keturunan, mengapa anda tidak mencoba untuk menggunakan program bayi tabung?

doktersehat-penyakit-kelamin-sifilis

Baik pria maupun wanita memiliki resiko masing-masing dalam hal ketidaksuburan. Sebagai contoh, pria memiliki resiko mengalami masalah produksi sperma akibat faktor kelainan sejak lahir atau karena gaya hidup yang buruk sehingga sperma yang diproduksi menjadi kurang berkualitas atau kurang banyak. Sebaliknya, wanita juga bisa mengalami masalah pada hormon dan juga gangguan ovulasi. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka kemungkinan untuk mendapatkan keturunan pun akan semakin menurun, apalagi jika usia wanita terus bertambah.

Program bayi tabung sendiri diawali dengan indung telur wanita yang dirangsan dengan hormon untuk memacu perkembangan folikel. Setelah itu, sel telur pun diambil dengan cara pengisapan cairan folikel yang kemudian dieramkan pada semacam inkubator. Setelah itu, sel telur akan diberi sejumlah sperma berkualitas yang telah diseleksi ketat dari sang suami sehingga diharapkan bisa mengalami pembuahan. Setelah itu, embrio pun dimasukkan kembali ke dalam rahim sang buah hati agar bisa mendapatkan kehamilan yang selama ini diidam-idamkan.

Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika program ini memiliki rasio 30 hingga 40 persen keberhasilan untuk memberikan keturunan. Hanya saja, rasio ini juga dipengaruhi oleh usia dari pasangan suami istri karena semakin cepat mereka melaporkan masalah ketidaksuburan, maka rasio keberhasilan program bayi tabung juga akan semakin besar. Selain itu, program bayi tabung juga dipengaruhi oleh kualitas dokter yang menangani, teknologi, hingga kesehatan psikologis pasangan.