Beginilah Jika Diet Terlalu Ketat

DokterSehat.Com – Setiap orang pasti mendambakan memiliki tubuh yang proporsional. Apalagi bagi kaum hawa, banyak diantara mereka yang melakukan diet  ketat yang berbahaya. Diet seperti itu tidak hanya memberikan hasil sementara, tapi mengakibatkan efek buruk untuk tubuh.



Apa akibatnya jika diet terlalu ketat? Diet pada dasarnya mengatur pola makan sehat. Tetapi banyak orang yang mengartikan menjadi mengurangi porsi atau waktu makan. Bahkan ada juga diet ketat untuk menurunkan berat badan.

Berikut beberapa bahaya bila Anda melakukan diet ketat :

  • Kurang gizi
    Diet ketat dapat menyebabkan kekurangan gizi karena tidak mendapatkan karbohidrat, kalsium, protein dan zat gizi lainnya. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini juga menyebabkan masalah seperti batu empedu, rambut rontok dan gangguan kesehatan lainnya.
  • Berkurangnya otot dan jaringan
    Diet terlalu ketat memungkinan lemak justru disimpan dan otot dibakar sebagai gantinya. Hal ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak otot dan jaringan. Hal ini pada gilirannya dapat melemahkan otot, mengurangi stamina bahkan melemahkan tulang.
  • Penuan dini
    Diet ketat dapat menyebabkan efek buruk pada kulit, yaitu penuaan diri. Anda cenderung menjadi cepat tua dan akan melihat tanda-tanda keriput, kulit kendur dan garis halus.

    Hal ini terjadi karena pola makan yang ekstrem sehingga tubuh tidak akan mendapatkan gizi yang diperlukan. Dengan Anda mengurangi makan dengan tiba-tiba, tubuh kehilangan mineral penting, protein dan vitamin yang diperlukan oleh kulit.

  • Berat badan turun sementara
    Anda mungkin merasa senang bila diet ketat benar-benar bekerja, tapi ketahuilah bahwa hasil itu hanya sementara. Setelah beberapa waktu, berat badan Anda cenderung akan naik lebih dari sebelumnya.

    Hal ini terjadi karena metabolisme tidak mendapatkan cukup kalori untuk melakukan pembakaran, sehingga akan menyesuaikan sendiri dengan tingkat pembakaran yang lebih rendah. Kondisi ini kemudian akan sangat sulit untuk kembali ke kondisi normal, sehingga berat badan yang turun pun hanya sementara.