Begini Dampak Perceraian Bagi Kesehatan

pasangan-bertengkar-doktersehat
Photo Credit: publimetro.pe

DokterSehat.Com– Belakangan ini media sosial dihebohkan oleh gugatan perceraian salah satu tokoh politik yang biasanya dikenal memiliki keluarga yang harmonis. Sebenarnya, perceraian memang bisa saja terjadi pada semua pasangan, termasuk yang terlihat akur sekalipun. Perbedaan pola pikir atau berbagai macam sebab lainnya bisa menjadi penyebabnya.

Yang tidak disangka adalah, meskipun bagi pelakunya hal ini dianggap sebagai jalan keluar, perceraian bisa memberikan banyak sekali dampak, baik itu bagi anak-anak, hingga kesehatan suami istri. Berikut adalah beberapa dampak dari perceraian bagi kesehatan tubuh.

Kecemasan
Seorang psikoterapis dari Amerika Serikat bernama Fran Walfish menyebutkan bahwa pasangan yang baru saja melewati peceraian cenderung mengalami peningkatan kecemasan, sedamai apapun proses perceraiannya. Hal ini disebabkan oleh rasa was-was untuk menghadapi masa depan yang sangat berbeda tanpa adanya lagi pasangan.

Depresi
Jurnal Clinical Psychological Science yang terbit tahun 2013 lalu menyebutkan bahwa mereka yang menjalani proses perceraian akan meningkatkan resiko terkena depresi hingga 10 persen. Bahkan, mereka dengan riwayat depresi sebelumnya akan mengalami peningkatan resiko terkena penyakit mental ini hingga 60 persen!

Susah tidur
Banyak pasangan yang cenderung susah tidur dan malas makan selama 10 pekan setelah bercerai. Bahkan, mereka juga bisa mengalami tekanan darah tinggi. Hal ini tentu akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan stroke dengan signifikan.

Berubahnya berat badan dengan drastis
Banyak pasangan yang baru saja bercerai memilih untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang mereka inginkan agar tubuh merasa nyaman. Yang menjadi masalah adalah, seringkali makanan-makanan ini adalah yang manis atau makanan cepat saji. Hal ini tentu akan meningkatkan berat badan dengan signifikan.

Berpisah dengan pasangan, apalagi yang sudah lama bersama memang sangat berat untuk dilakukan. Namun, jika memang pilihan ini harus diambil, pasangan harus benar-benar menyiapkan fisik dan mentalnya agar tidak sampai terkena masalah kesehatan setelah bercerai.